cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Jakarta(MedanPunya) Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango menjawab kritikan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut pimpinan KPK periode 2019-2023 sebagai pimpinan KPK yang terburuk.

Nawawi mengaku heran pimpinan KPK saat ini dicap yang terburuk, padahal pimpinan KPK periode ini belum banyak bekerja setelah dilantik pada Jumat (20/12) lalu.

"Luar biasa ICW di era bung Kurnia (Kurnia Ramadhana, peneliti ICW). Mampu menilai kami sebagai yang terburuk di saat kami belum bekerja," kata Nawawi, Senin (30/12).

Nawawi kemudian menyindir ICW yang menurutnya semakin luar biasa, hebat, dan paling cerdas.

Ia pun menyebut bahwa pimpinan KPK tidak lagi memerlukan lembaga swadaya masyarakat tersebut.

Nawawi melanjutkan, pimpinan juga tidak ingin berada dalam satu forum bersama ICW karena merasa 'malu' setelah disebut sebagai pimpinan KPK terburuk.

"Kami tak akan ikut bersama dalam forum tersebut, karena rasanya malu kami yang terburuk ini harus duduk berdiskusi dengan yang paling hebat paling cerdas seperti beliau," ujar Nawawi.

Sebelumnya, peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan bahwa tahun 2019 merupakan tahun terburuk bagi pemberantasan korupsi.

"Kita menilai ini tahun paling buruk bagi pemberantasan korupsi, ini tahun kehancuran bagi KPK yang benar-benar disponsori langsung oleh Presiden Joko Widodo dan juga anggota DPR periode 2014-2019 dan 2019-2024 mendatang," kata Kurnia saat memaparkan Catatan Agenda Pemberantasan Korupsi Tahun 2019 di kantor ICW, Jakarta, Minggu (29/12).

Salah satu alasannya adalah proses seleksi pimpinan KPK periode 2019-2023 yang menuai sejumlah persoalan.

Persoalan itu, lanjut Kurnia, muncul di Panitia Seleksi (Pansel), proses seleksi, dan figur yang terpilih sebagai pimpinan KPK.

"Kita juga melihat proses seleksi ini tidak ada nilai integritas. Karena figur yang lolos jadi pimpinan KPK pernah memiliki catatan masalah. Misalnya, ada figur terduga pelanggar etik yang itu dia sekarang duduk jadi Ketua KPK," kata Kurnia.

"Istana dan DPR berhasil meloloskan lima figur pimpinan KPK yang kita nilai paling buruk sepanjang sejarah KPK," lanjut dia.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 147 kali