cache/resized/89223fafb7193a09af541cb2610486b2.jpg
Jakarta(MedanPunya) Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 ...
cache/resized/9e51edb2fb71b473d38ba9a7a712fc12.jpg
Washington(MedanPunya) Pemerintah Amerika Serikat tengah menyelidiki intensif apakah virus Corona ...
cache/resized/9a84fa7c035130d22fadbbf8666b577e.jpg
Medan(MedanPunya) Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Martuani Sormin meminta semua pihak mematuhi ...

Jakarta(MedanPunya) Waketum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke luar negeri (LN) bukan kehendak pribadi. Dasco menyebut kunker Prabowo itu atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Kunker itu atas perintah Presiden dalam rapat terbatas untuk meninjau meningkatkan hubungan kerja sama pertahanan dengan negara-negara yang dikunjungi," kata Dasco, Jumat (17/1).

"Sekaligus kemudian melihat alat-alat pertahanan. Jadi itu bukan kehendak Pak Prabowo untuk jalan jalan," sambungnya.

Penegasan tersebut disampaikan Dasco untuk merespons PKS. Dasco meminta PKS tidak genit.

"Iya (kunker Prabowo ke luar negeri) atas perintah presiden dan seizin presiden. Satu lagi, (PKS) jangan genit," sebutnya.

Sebelumnya, PKS mengingatkan Menhan, Prabowo Subianto terhadap pesan Presiden Jokowi perihal kunjungan ke LN. Ketika itu, Jokowi menunjukkan 'berkunjung' ke LN dapat melalui telepon genggam (handphone).

"Pertama, Pak Jokowi saat 16 Agustus 2019 lalu sudah mengingatkan agar meminimalkan kunjungan ke LN. Bahkan secara demonstratif beliau menunjukkan via handphonenya kunjungan LN bisa melalui handphone. Dunia sudah terkoneksi," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Kamis (16/1).***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 164 kali