cache/resized/8d4edbde1ebff7088c248583bb3e1899.jpg
Jakarta(MedanPunya) Niat calon jemaah haji 2020 untuk melaksanakan rukun islam kelima itu tahun ini ...
cache/resized/e9a998cef8693c549e26f2f21d9701fd.jpg
Washington(MedanPunya) Para pemuka agama Kristen di Amerika Serikat mengungkapkan kemarahan mereka ...
cache/resized/1a5b814444b68f4e3bcd007b5f81a218.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan pemerintah memutuskan tidak ...

Jakarta(MedanPunya) Australia menyebut pemeriksaan virus Corona di Indonesia memiliki keterbatasan. Anggota Komisi IX DPR Dewi Aryani mendengar informasi serupa.

"Menkes sebaiknya jujur ada berapa jumlah alatnya dan berapa jumlah pasien yang sudah dites dalam beberapa waktu ini. Kita lihat Singapura, Korea dan lain-lain, mereka sudah melakukan tes kepada puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang. Masa Indonesia hanya melakukan tes hanya kepada sebanyak 300-an orang saja," ujar Dewi Aryani kepada wartawan, Selasa (10/3).

"Tidak masuk akal dengan dengan luasan wilayah dan pintu masuk ke negara ini yang begitu banyak dan beragam. Something is just not right," imbuh politikus PDIP ini.

Dewi mengatakan berdasarkan temuannya di lapangan, dia menyebut prosedur tes yang dilakukan Kemenkes itu memakan waktu yang lama, yaitu 3-5 hari. Hal itu dinilainya tidak efektif.

"Prosedur dan proses yang dilakukan dalam melakukan tes terhadap pasien memakan waktu antara 3-5 hari. Semua tes swab pasien dikirim ke Kemenkes untuk diuji, dan hasilnya dikembalikan lagi ke rumah sakit rujukan dengan rentang waktu antara 3-5 hari. Itu pun masih di wilayah Pulau Jawa. Bagaimana jika rumah sakit rujukan berada di luar Pulau Jawa dengan lokasi yang jauh dari pusat kota dan bandara," jelasnya.

Dia pun meminta Kemenkes segera melakukan tindakan cepat dengan menambah alat serta menambah jumlah orang yang di tes. Dia juga meminta Kemenkes tidak menganggap sepele virus COVID-19 ini.

"Cobalah pemerintah lebih terbuka dan jika memang dibutuhkan segeralah melakukan langkah cepat untuk menambah alat dan menambah jumlah orang yang dilakukan tes. Bukan untuk membuat panik, tapi lakukan secara proporsional merata di semua provinsi. Jangan anggap sepele dan santai menyikapi hal ini," jelasnya.

Sebelumnya, situs pemberi saran perjalanan dari pemerintah Australia menyebut Indonesia punya keterbatasan dalam mendeteksi virus Corona. Australia memperingatkan warganya agar lebih berhati-hati bila hendak melancong ke Indonesia.

"Pemerintah Indonesia telah mengkonfirmasi sejumlah kasus virus Corona (COVID-19). Ada keterbatasan ketersediaan pemeriksaan dan fasilitas pengendalian infeksi, serta risiko penularan virus meningkat," demikian keterangan yang tertulis di situs Smart Traveller.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 93 kali