cache/resized/8d4edbde1ebff7088c248583bb3e1899.jpg
Jakarta(MedanPunya) Niat calon jemaah haji 2020 untuk melaksanakan rukun islam kelima itu tahun ini ...
cache/resized/e9a998cef8693c549e26f2f21d9701fd.jpg
Washington(MedanPunya) Para pemuka agama Kristen di Amerika Serikat mengungkapkan kemarahan mereka ...
cache/resized/1a5b814444b68f4e3bcd007b5f81a218.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan pemerintah memutuskan tidak ...

Jakarta(MedanPunya) Pemerintah belum terpikir untuk mengambil kebijakan karantina wilayah atau lockdown di tingkat kota/kabupaten sampai provinsi secara total. Namun pemerintah membuka kemungkinan lockdown parsial setingkat kecamatan dan kelurahan.

"Karantina wilayah itu sesuatu yang ada di aturan, perundang-undangan. Tapi belum diputuskan apakah kita akan mengambil jalan karantina wilayah atau tidak. Jadi sama sekali belum pikir ke arah sana. Yang masih dilakukan sekarang adalah social distancing, bukan karantina wilayah atau lockdown," kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian.

"Kalaupun karantina wilayah dimungkinkan, tidak dalam sekala luas seperti provinsi atau kota. Bisa saja mungkin kelurahan atau kecamatan. Jadi partial lockdown, bukan total lockdown," ujar Donny.

Keputusan itu masih dikaji oleh pemerintah pusat sebagai penentu kebijakan karantina wilayah. Belum ada gambaran tata laksana lockdown parsial tersebut.

"Ini yang sedang dibicarakan sebenarnya, di antara pengambil keputusan. Tapi belum dijabarkan bagaimana implementasinya," ucap Donny.

Donny menegaskan perbandingan antara partial lockdown dengan total lockdown adalah luasan wilayah yang dikarantina. Parsial memiliki lungkup lebih kecil di struktur luas wilayah.

"Parsial itu misal kecamatan, kelurahan. Jadi kelurahan itu saja. Jadi bukan kota madya, kabupaten, provinsi," ucap Donny.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 102 kali