cache/resized/8d4edbde1ebff7088c248583bb3e1899.jpg
Jakarta(MedanPunya) Niat calon jemaah haji 2020 untuk melaksanakan rukun islam kelima itu tahun ini ...
cache/resized/e9a998cef8693c549e26f2f21d9701fd.jpg
Washington(MedanPunya) Para pemuka agama Kristen di Amerika Serikat mengungkapkan kemarahan mereka ...
cache/resized/1a5b814444b68f4e3bcd007b5f81a218.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan pemerintah memutuskan tidak ...

Jakarta(MedanPunya) BNPB menargetkan ada peningkatan tes PCR untuk deteksi virus Corona hingga ke daerah. Karena itulah, jumlah kasus positif Corona di daerah dinilai akan meningkat.

"Tadi banyak pertanyaan mengenai PSBB, di pusat sudah mulai turun tapi di daerah mulai naik. Sebenarnya memang di daerah ini harapannya hasil positif itu memang kita targetkan untuk naik. Kenapa? Karena memang kemarin itu kita harusnya kita itu ditargetkan bisa 10 ribu testing per hari oleh Pak Presiden, tetapi karena kapasitas laboratorium kita, baik itu peralatan maupun SDM yang waktu itu masih terbatas," kata Plt Deputi II Bidang Penanganan Darurat BNPB Dody Ruswandi dalam rapat virtual dengan Komisi VIII DPR, Selasa (12/5).

"Tetapi Gugus Tugas Pusat sudah bisa meningkatkan semua kapasitas testing ini, laboratorium ini, dan diharapkan mulai akhir minggu ini sudah bisa naik," imbuhnya.

Dody meminta masyarakat tidak kaget jika nantinya akan ada kenaikan kasus positif Corona karena jumlah tes ditingkatkan. Dody menyebut akan ada penambahan jumlah tes hingga 40 ribu tes.

"Sehingga nanti mungkin jangan kaget Bapak/Ibu bahwa minggu depan itu akan cenderung banyak naiknya. Secara teknis memang harusnya itu, karena supaya kita bisa mempercepat selesainya COVID ini, memang jumlah testing harus kita naikkan. Harapan kita bisa mencapai 40 ribu (tes), supaya itu bisa mewakili daerah merah yang kita anggap mewakili daerah tersebut," jelas Dody.

Selain meningkatkan jumlah tes, Dody mengatakan perlu adanya peningkatan kapasitas rumah sakit untuk mengantisipasi lonjakan pasien. BNPB bersama Kementerian PUPR disebutnya juga tengah menyiapkan sejumlah rumah sakit darurat di daerah.

"Dan di Jakarta sendiri, di DKI, di Jabodetabek itu prioritas rumah sakit itu sekarang memang sudah mulai terkendali, tidak penuh lagi pasien-pasien COVID-nya. Nah sekarang karena di daerah kemampuan testing ini akan ditingkatkan, kecenderungan sekarang nanti harus meningkatkan juga kapasitas rumah sakit di daerah," ujar Dody.

"Dan saat ini sedang berlangsung di beberapa daerah, BNPB dengan Kementerian PU meningkatkan fasilitas-fasilitas untuk rumah sakit darurat, di mana ada yang kita relokasi baru, ada yang menyiapkan rumah sakit-rumah sakit darurat dari gedung-gedung ataupun tempat-tempat yang tidak dipakai," lanjut dia.

Dengan meningkatnya jumlah testing Corona, Dody memprediksi puncak pandemi di Indonesia akan terjadi pada Juni. Dengan begitu, ia berharap kurva kasus di Indonesia akan cepat landai setelah mencapai puncak.

"Karena setiap kita selesai testing, di akhir atau di awal Juni nanti itu mudah-mudahan sesuai harapan, tergantung partisipasi masyarakat. Kalau semuanya bisa bersama-sama ikut testing ini mudah-mudahan kurva puncak kita itu di awal bulan Juni itu. Kalau puncak di sana, kita juga harus siap dengan kapasitas rumah sakit. Insyaallah nanti kalau semuanya testing ini selesai, dan puncaknya bisa tercapai, dan setelah itu mudah-mudahan bisa landai ke bawah," tuturnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 50 kali