cache/resized/4b58a38fdcca9a594c83be1e8a19081b.jpg
Riyadh(MedanPunya) Sebuah laporan merebak bahwa penasihat Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran ...
cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...

MedanPunya - Sebagai ajang penghargaan musik paling bergengsi sejagat, Grammy Awards tentu menjadi sorotan. Tidak hanya pada hasilnya, tapi juga di nominasinya.

Sama halnya dengan beberapa ajang lain tingkat dunia, beberapa kali isu SARA mewarnai Grammy. Acara tersebut dinilai beberapa pihak begitu berat sebelah dengan didominasi musisi kulit putih.

Tapi untuk tahun ini, Grammy dianggap lebih 'aman'. Sebab hingga saat ini, belum terlihat ada keberatan dari pihak luar usai nominasi diumumkan oleh Meghan Trainor pada 6 Desember lalu.

Sebab di hampir semua nomor nominasi, Grammy terlihat begitu imbang. Bahkan di beberapa kategori penting, tampak musisi kulit hitam mendominasi.

Salah satunya adalah Beyonce yang begitu perkasa pada ajang tahunan ini dengan menyabet sembilan kategori sekaligus. Hal itu berkat album 'Lemonade' yang ia luncurkan.

Tidak hanya itu, ada juga Drake, Kanye West serta Rihanna yang mengikuti jejak Beyonce. Bahkan pada kategori pendatang baru, ada nama Anderson .Paak yang juga menarik perhatian.

Harvey Mason Jr, penulis lagu yang telah memenangkan enam piala Grammy Awards dan telah bekerja sama dengan sejumlah musisi papan atas seperti Elton John, Britney Spears, Justin Bieber dan Mary J Blige mengatakan ajang tersebut memang sudah lebih baik dalam mengapresiasi musisi kulit hitam.

"Penggemar musik tidak peduli siapa menyanyikan apa. Tidak pernah ada istilah musik kulit hitam dan musik kulit putih bagi mereka," ujar Mason.

"Buatlah karya terbaik, maka mereka akan mendengarkannya," lanjutnya.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 746 kali