cache/resized/8d4edbde1ebff7088c248583bb3e1899.jpg
Jakarta(MedanPunya) Niat calon jemaah haji 2020 untuk melaksanakan rukun islam kelima itu tahun ini ...
cache/resized/e9a998cef8693c549e26f2f21d9701fd.jpg
Washington(MedanPunya) Para pemuka agama Kristen di Amerika Serikat mengungkapkan kemarahan mereka ...
cache/resized/1a5b814444b68f4e3bcd007b5f81a218.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan pemerintah memutuskan tidak ...

MedanPunya - Peraih Nobel Sastra 2016 Bob Dylan baru saja memberikan ceramah sebagai salah satu syarat dari Akademi Swedia. Pidato publik itu membicarakan beberapa hal. Salah satunya adalah lagu-lagu hasil ciptaannya.

Bob Dylan berbicara tentang makna lagu.

"Jika sebuah lagu mampu menggerakkan Anda, itu adalah hal terpenting. Saya tidak perlu tahu lagu arti lagunya. Saya telah menulis semua hal ke dalam lagu-lagu saya dan saya tidak akan terlalu mengkhawatirkan arti-artinya," tutur Bob Dylan.

Bob Dylan pun memberikan metafora. Menurutnya, lagu-lagu yang ditulisnya hidup di tanah orang-orang yang hidup. Namun, lagu berbeda dengan sastra.

"Lagu itu tujuannya untuk dinyanyikan, tidak dibaca. Kata-kata dalam drama Shakespeare dimaksudkan untuk dimainkan di atas panggung. Lagu untuk dinyanyikan, tidak dibaca," katanya lagi.

Di akhir pidato, Bob Dylan berharap setiap para penggemarnya mendapatkan kesempatan untuk mendengar lirik-lirik yang diinginkan baik dalam konser maupun rekaman. "Saya kembali lagi seperti perkataan Homer yang mengatakan, 'Bernyanyilah padaku, Oh Muse, dan aku akan ceritakan ceritanya," pungkas Bob Dylan.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1178 kali