cache/resized/e76a786f47a2f13b6459e30c03d9ce01.jpg
Jakarta(MedanPunya) Institute for Criminal and Justice Reform ( ICJR) mempertanyakan pemenuhan ...
cache/resized/82b6617f94ea680115c3ba247773a2d5.jpg
New York(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan kritikan kepada ...
cache/resized/d62aab24d5771b45119d776c93896d07.jpg
New York(MedanPunya) Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, dipenuhi gelak tawa ketika ...

MedanPunya - Kesuksesan Yon Koeswoyo bersama Koes Plus di panggung musik Tanah Air memang tidak perlu diragukan lagi. Namun hal itu diraih dari perjuangan yang tidak mudah.

Yon Koeswoyo merupakan satu-satunya personel Koes Plus yang tetap bertahan sejak Koes Brothers pada 1958 hingga ia tutup usia. Di saat personel lain yang juga masih keluarganya datang dan pergi, ia setia berada di barisan depan saat manggung.

Namun seperti diketahui karier Yon Koeswoyo bersama Koes Plus tidak begitu mulus. Bahkan ia pernah berurusan dengan hukum hingga harus dijebloskan ke penjara.

Karier profesional mereka diawali dari rilisan album perdana pada 1962. Setahun setelahnya, Yon Koeswoyo dan keluarga mengganti band itu dengan nama Koes Bersaudara.

Namun tiba-tiba saja kabar mengejutkan datang, Koes Bersaudara harus merasakan dinginnya lantai penjara di Glodok pada 29 Juni 1965. Mereka dianggap terlalu kebarat-baratan karena sering membawakan lagu-lagu The Beatles.

Presiden pertama RI, Soekarno menganggap Koes Plus adalah barisan musik 'Ngak Ngek Ngok' dan mengganjarnya dengan hukuman bui.

Tiga bulan berselang, Koes Bersaudara dibebaskan. Namanya juga musisi, mereka keluar membawa lagu 'Di Dalam Bui' dan 'Balada Kamar 15'.

Mereka akhirnya mengganti nama band lagi menjadi Koes Plus. Di sini, jalan mereka juga belum sepenuhnya lancar. Polemik pun hadir, buntut dari ide menggandeng Murry dan Totok AR yang bukan dari keluarga Koeswoyo.

Bisa dikatakan, Koes Plus begitu sukses pada 1970-an. Selama beberapa tahun mereka merajai tangga lagu dan penjualan album. Bahkan Koes Plus dijadikan kiblatnya musik pop Indonesia.

Sampai akhirnya pada 1980, Koes Plus berhenti bermusik untuk sementara waktu. Sedangkan Yon Koeswoyo mengisi masa-masa itu dengan menjalankan proyek solonya.

Kemudian masa keemasan Koes Plus dilanjutkan. Deddy Dores sempat bergabung mengisi kekosongan lead guitar yang ditinggal Najib Usman. Tapi itu tidak berlangsung lama, sebab ia mengundurkan diri dan posisinya digantikan oleh Bambang Tondo kemudian Andolin Sibuea.

Pada 2000-an, Yon Koeswoyo memprakasai bangkitnya musik-musik Koes Plus. Ia melahirkan Koes Plus Pembaharuan.

Tapi kini perjuangan Yon Koeswoyo mengibarkan bendera Koes Plus telah usai. Ia meninggal dunia pada Jumat, 5 Januari 2018.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 401 kali