cache/resized/f695b99f0277758dfe81e7b4284ae74e.jpg
Naples(MedanPunya) Dries Mertens tak menahan diri ketika ditanya soal keputusan Maurizio Sarri ...
cache/resized/f95acf087ea3c8aaa4510ffa1381d291.jpg
Pyongyang(MedanPunya) Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dikabarkan meminta uang kepada ...
cache/resized/a169e5794c5351a617f5fa2480cc01f3.jpg
Beijing(MedanPunya) Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas China yang tengah membuat kapal ...

MedanPunya - Koalisi Nasional Tolak Rancangan Undang-undang Permusikan (KNTL RUUP) menyambut baik dicabutnya Rancangan Undang-undang (RUU) Permusikan oleh DPR. Namun, bersama musisi lain, mereka sepakat perjuangan belum selesai untuk memperbaiki tata kelola industri musik.

Dari siaran persnya, Rabu (19/6), pernyataan itu muncul setelah pertemuan yang digelar KNTL RUUP bersama Koalisi Seni dan Kami Musik Indonesia (KAMI) di Sekretariat Koalisi Seni pada Selasa (18/6).

"Ini momentum untuk melanjutkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk memperbaiki tata kelola industri musik dan meningkatkan kesejahteraan para pelakunya," ujar Glenn Fredly dari KAMI.

"Kita perlu merintis jalan baru dalam memperbaiki tata kelola industri musik," lanjutnya.

Sebelumnya, Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan (KNTL RUUP) telah mengumpulkan tanda tangan dalam petisi yang mengungkapkan ketidaksetujuan pada RUU tersebut. Petisi tersebut ditandatangani oleh 313.000 orang.

"Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah menyuarakan penolakan dan lebih dari 313.000 orang penanda tangan petisi," ungkap Kartika Jahja sebagai anggota KNTL RUUP.***dtc/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 45 kali