cache/resized/de63f0d2a22d502cee5872cc2ecad34c.jpg
MedanPunya - Menyusul ponsel orang terkaya dunia, Jeff Bezos, diretas melalui file video yang ...
cache/resized/e8817f3e820125f5141ada3a1cb021dd.jpg
Teheran(MedanPunya) Seorang anggota parlemen Iran menawarkan uang sebesar US$ 3 juta (Rp 40,3 ...
cache/resized/b08c12473eaedd350872fbba9d495169.jpg
Jakarta(MedanPunya) Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan ada cucu usaha dari PT Garuda Indonesia ...

MedanPunya - Paul McCartney (73) telah mengajukan gugatan hukum di AS untuk mengklaim kembali kepemilikan hak penerbitan lagu-lagu The Beatles.

Meskipun ia ikut menulis sebagian hit band tersebut, sang bintang tidak pernah mendapat hak soal penerbitannya.

Namun, ketentuan hak cipta AS 1976 memberi kesempatan kepada para pencipta lagu untuk mengklaim kembali hak lagu-lagu mereka setelah 56 tahun.

Hak atas katalog lagu-lagu yang dicipta oleh John Lennon dan McCartney akan bisa diminta kembali pada 2018 dan McCartney baru-baru ini melakukan langkah untuk mengklaimnya lagi.

McCartney mengajukan pemberitahuan untuk 32 lagu kepada Kantor Hak Cipta AS pada Desember 2015.

Sebagian besar lagu tersebut dicipta pada kurun waktu 1962-1964, meskipun lagu-lagu lainnya dicipta jauh sesudah itu.

Sementara itu, pengembalian hak atas lagu-lagu "Come Together" dan "Why Don't We Do It in The Road" tidak bisa diproses sampai 2025.

Sebuah sumber yang namanya tak disebutkan mengatakan bahwa McCartney  hanya akan mendapat setengah dari hak penerbitan lagu-lagu yang diciptanya bersama orang lain--sebagian besar bersama Lennon.

Lebih lanjut, keputusan itu hanya berlaku di AS, sehingga Sony/ATV masih memiliki hak penerbitan lagu-lagu The Beatles di bagian-bagian lain dunia.

Hak-hak penerbitan menentukan bagaimana sebuah lagu bisa dimanfaatkan, misalnya untuk film atau program televisi.

Pemilik hak membagi pendapatan terkait hal itu dengan para pencipta lagu. Hal itu membuat McCartney bisa mengumpulkan kekayaan pribadi hingga 730 juta poundsterling atau kira-kira  Rp 13.

Namun, para artis musik selama ini menyorot kurangnya pemantauan terhadap lagu-lagu mereka.***kps/mpc/bs

  • 0 komentar
  • Baca 1236 kali