Selasa, 3 Maret 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pasar Saham Asia “Meradang” Sambut Kebijakan Tarif Trump, Indeks Hang Seng Melorot 8,74 Persen

Senin, 7 April 2025
kanal Ekonomi
16
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Jakarta(MedanPunya) Bursa saham Asia rontok pada perdagangan awal pekan ini, Senin (7/4).

Respons pasar saham ini terjadi menjelang penerapan kebijakan tarif impor AS yang akan segera berlaku.

Dikutip dari Stockbit, indeks Hang Seng Hongkong tercatat mengalami penurunan paling dalam dengan 8,74 persen setara 1.996,81 poin ke level 20.853,00.

Lalu, indeks Shanghai Composite Turun 6,17 persen (206,22 poin) ke level 3.135,78.

Indeks Nikkei Jepang, turun 6,03 persen (2.035,58) poin ke level 31.745,00.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,86 persen (21 poin) ke level 2.465.

Indeks Strait Times Singapura turun 6,28 persen (240 poin) ke level 3.585.

Indeks Kuala Lumpur Composite (KL) turun 5,36 persen (81 poin) ke level 1.423.

Indeks ASX 200 Australia (ASX) turun 3,75 persen (288 poin) ke level 7.380.

Berbeda, indeks BSE India justru mencatat kenaikan tipis 0,10 persen (76 poin) ke level 73.961.

Sebelumnya, bursa Saham New York Amerika Serikat, atau dikenal sebagai Wall Street, kembali terpukul untuk hari kedua pada perdagangan Jumat (4/4) waktu setempat, setelah China membalas dengan memberlakukan tarif baru terhadap barang-barang AS.

Hal ini memicu kekhawatiran bahwa Presiden Donald Trump telah memulai perang dagang global yang dapat menyebabkan resesi.

Aksi jual saham terjadi secara luas, dengan hanya 14 saham anggota S&P 500 yang ditutup naik. Indeks-indeks utama pasar ditutup di level terendah sesi perdagangan.

Dow Jones Industrial Average anjlok 2.231,07 poin atau 5,5 persen ke level 38.314,86 pada penutupan perdagangan, yang menjadi penurunan terbesar sejak Juni 2020 selama pandemi Covid-19.

Sementara itu, indeks Nasdaq Composite, yang menaungi banyak perusahaan teknologi yang menjual dan memproduksi di China, anjlok 5,8 persen ke 15.587,79.***kps/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Tags: Bursa saham Asiatarif impor
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Performa Mo Salah Jeblok, Arne Slot Tetap Optimis

Berita Berikutnya

Pemkot Medan Kembali Anggarkan Rp 19 M Bangunan Sarpras UMKM USU

Related Posts

Ekonomi

Tekstil hingga Sawit, Produk RI Dapat Tarif 0 Persen dari AS

Jumat, 20 Februari 2026
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Capai 5,11 Persen

Kamis, 5 Februari 2026
Ekonomi

Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru, Picu Kekhawatiran Krisis Global

Senin, 26 Januari 2026
Ekonomi

Izin Usaha Toba Pulp Dicabut-Saham Digembok Bursa, Invertor Gigit Jari

Rabu, 21 Januari 2026
Ekonomi

Beras Bakal Dibikin Satu Harga seperti BBM!

Senin, 12 Januari 2026
Ekonomi

Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Inflasi Sepanjang 2025

Rabu, 7 Januari 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Motor Karyawati Toko di Medan Selayang Raib Digondol Maling

Jumat, 27 Februari 2026

Pemko Medan Siapkan 4.000 Kursi Mudik Gratis ke 12 Rute

Jumat, 27 Februari 2026

Diduga Jadi Korban Hipnotis, Seorang Wanita di Medan Kehilangan Barang Berharga

Jumat, 27 Februari 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana