Budapest(MedanPunya) Para pemimpin Eropa disebut tengah membentuk “dewan perang” guna menyiapkan kemenangan jika Perang Dunia III pecah.
Klaim itu disampaikan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Menurut Orban, Uni Eropa kini meninggalkan jalur diplomasi dan beralih ke persiapan konfrontasi militer skala besar.
Berbicara dalam sebuah unjuk rasa anti-perang pada Sabtu (17/1), Viktor Orban mengatakan, Uni Eropa tidak lagi memprioritaskan diplomasi, melainkan bergerak menuju persiapan perang terbuka.
Ia memperingatkan bahwa blok tersebut “bergerak mantap menuju konflik langsung.”
Klaim Orban muncul di tengah situasi geopolitik yang kian memanas. Di kawasan timur, perang di Ukraina terus berlarut tanpa tanda-tanda mereda.
Sementara itu di barat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengguncang aliansi NATO dengan dorongan agresif terbarunya untuk mencaplok Greenland.
Dalam konteks “guncangan global” inilah Orban menilai elite Eropa telah membuat pilihan untuk bersiap menghadapi konfrontasi langsung dan berskala besar.
Perdana menteri berusia 62 tahun itu, yang kerap dipandang sebagai figur politik yang menyimpang dari arus utama Uni Eropa, menggambarkan suasana pertemuan para pemimpin Eropa di Brussel.
Ia menyebut rapat 27 kepala negara bukan lagi perdebatan kebijakan, melainkan sesi perencanaan militer berisiko tinggi.
“Saya duduk di sana bersama mereka,” kata Orban kepada massa, “dan saya katakan dengan sangat tegas bahwa mereka akan pergi berperang.”
Menurut Orban, para pemimpin dari negara-negara besar Eropa, khususnya Perancis dan Jerman, tidak lagi membicarakan perdamaian.
Sebaliknya, mereka disebut terobsesi dengan mekanisme untuk mengalahkan Rusia secara total.
Diskusi itu, klaimnya, mencakup upaya memaksa Moskwa membayar reparasi serta menarik kembali miliaran dana yang saat ini digelontorkan ke perang di Ukraina.
“Bukan anak-anak yang duduk di sana,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa alokasi keuangan dan militer yang dibuat para pemimpin terpilih merupakan langkah awal dari konflik global yang lebih luas.
Bagi Hongaria, Orban menegaskan sikap isolasi yang menantang arus utama. Ia berjanji pemerintahannya akan “menutup pintu rapat-rapat” dengan segenap kekuatan, menolak mengirim tentara maupun uang ke garis depan.
Alasannya bukan hanya bersifat pasifis, tetapi juga ekonomi. “Jika Anda tidak punya uang, Anda tidak punya rencana besar,” katanya, seraya berargumen bahwa biaya finansial jika Hongaria “terseret” ke dalam konflik akan menghancurkan masa depan negara itu.***kps/mpc/bs









