Washington DC(MedanPunya) Serangkaian kasus hilang dan tewasnya ilmuwan di Amerika Serikat memicu spekulasi mengenai kemungkinan keterlibatan pihak asing.
Sejumlah tokoh politik menilai pola kejadian tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja.
Namun di sisi lain, ada pula pihak yang menilai setiap kasus memiliki penjelasan tersendiri dan tidak saling terkait.
Anggota Kongres AS Eric Burlison menyatakan bahwa rangkaian kasus ini memiliki ciri khas operasi asing.
Ia menyoroti persaingan global antara Amerika Serikat dengan negara seperti China, Rusia, dan Iran dalam bidang teknologi nuklir, persenjataan canggih, dan ruang angkasa.
“Kami sedang bersaing dengan China, Rusia, dan Iran dalam teknologi nuklir, senjata canggih, dan luar angkasa. Sementara itu, ilmuwan terbaik kami terus menghilang,” tulisnya di platform X.
Ia menambahkan, “Ini memiliki semua ciri khas operasi asing. Saya bekerja dengan Demokrat dan Republik untuk membuat FBI terlibat penuh. Ini bukan isu partisan.”
Dalam wawancara dengan Fox News, Burlison juga menyebut bahwa kemungkinan keterlibatan agen intelijen asing merupakan “penjelasan yang paling mungkin” atas pola kejadian tersebut.
Kasus-kasus ini turut mendapat perhatian dari Presiden Donald Trump. Ia menyebut rangkaian kejadian tersebut sebagai sesuatu yang “cukup serius”, meski berharap semuanya hanyalah kebetulan.
Di sisi lain, FBI telah mulai melakukan penyelidikan. Direktur FBI Kash Patel mengatakan, pihaknya akan menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan antar kasus, termasuk akses terhadap informasi rahasia dan potensi keterlibatan aktor asing.
“Kami memulai proses ini minggu lalu, dan kami akan mencari keterkaitan, apakah ada hubungan dengan akses ke informasi rahasia dan atau aktor asing, lalu kami akan menyampaikan informasi itu ke Gedung Putih dan publik,” ujarnya.
Selain itu, Ketua Komite Pengawas DPR AS James Comer menyatakan bahwa pihaknya telah mengirim surat ke NASA, Departemen Energi, dan Departemen Pertahanan untuk meminta informasi terkait kasus-kasus tersebut.
Meski dugaan operasi asing mencuat, tidak semua pihak sepakat. Mantan agen FBI Jennifer Coffindaffer menilai tidak ada konspirasi besar di balik kasus ini.
“Ini bukan konspirasi skala besar untuk menyingkirkan orang-orang yang bekerja atau pernah bekerja di industri berbasis sains,” tulisnya di X.
Ia menambahkan, “Jika Anda melihat setiap kasus secara individual, ada alasan sederhana yang menjelaskan mengapa mereka hilang atau siapa yang membunuh mereka.”
Dalam wawancara dengan NewsNation, Coffindaffer juga menyebut bahwa setiap kasus memiliki penjelasan “pragmatis”.
Ia mencontohkan beberapa kasus pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku dengan riwayat kriminal, serta individu yang menghilang dengan indikasi masalah pribadi serius.
“Satu orang dibunuh oleh penembak Brown, orang lain dibunuh oleh tetangga yang memiliki riwayat panjang kejahatan kekerasan,” ujarnya.
“Ada juga dua individu yang pergi membawa senjata tanpa perlengkapan yang mereka butuhkan, dengan masalah serius dalam hidup mereka. Saya pikir itu mungkin disengaja, mereka tidak ingin kembali.”
Sejumlah nama yang terkait dengan penelitian sensitif masuk dalam daftar kasus yang menarik perhatian publik. Di antaranya adalah ilmuwan, peneliti NASA, hingga pejabat militer yang hilang atau meninggal dalam beberapa tahun terakhir.
Namun hingga kini, belum ada bukti resmi yang mengonfirmasi bahwa kasus-kasus tersebut saling terhubung. Beberapa pihak keluarga korban juga menolak anggapan adanya konspirasi besar.***kps/mpc/bs









