Tel Aviv(MedanPunya) Militer Israel untuk pertama kalinya menerbitkan peta wilayah Lebanon bagian selatan, yang menampilkan garis penempatan baru untuk pasukannya di negara tetangganya itu. Peta versi Israel itu menempatkan puluhan desa di Lebanon berada di bawah kendalinya.
Peta tersebut, dirilis beberapa hari setelah gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS), mulai diberlakukan. Gencatan senjata selama 10 hari ini bertujuan menghentikan pertempuran sengit antara Tel Aviv dan kelompok Hizbullah yang bermarkas di negara tersebut.
Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah sejak 2 Maret lalu, setelah Hizbullah yang didukung Iran melancarkan serangan terhadap wilayah Israel.
Sejak saat itu, rentetan serangan udara Israel telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi di Lebanon. Tel Aviv juga mengerahkan pasukan darat ke wilayah selatan Lebanon, dekat perbatasan wilayahnya.
Belum ada komentar langsung dari para pejabat Lebanon atau dari Hizbullah terkait dirilisnya peta versi Israel tersebut.
Kesepakatan gencatan senjata, yang diumumkan menyusul pembicaraan langsung antara Israel dan Lebanon pada 14 April lalu, dimaksudkan untuk memungkinkan negosiasi AS dan Iran yang lebih luas, tetapi dengan pasukan Israel tetap mempertahankan posisinya jauh di dalam wilayah Lebanon bagian selatan.
Membentang dari wilayah timur ke wilayah barat, garis penempatan dalam peta versi Israel itu membentang sejauh 5-10 kilometer dari area perbatasan ke wilayah Lebanon, di mana Tel Aviv mengatakan bahwa mereka berencana membentuk apa yang disebut sebagai zona penyangga (buffer zone).
Pasukan Israel telah menghancurkan desa-desa di Lebanon yang masuk ke area penempatan mereka, dengan alasan tujuan mereka adalah untuk melindungi kota-kota di Israel bagian utara dari serangan Hizbullah.
Mereka sebelumnya juga membentuk zona penyangga di Suriah dan Jalur Gaza, di mana mereka menguasai lebih dari separuh wilayah kantong Palestina tersebut.
“Lima divisi, bersama dengan pasukan Angkatan Laut Israel, beroperasi secara bersamaan di wilayah selatan garis pertahanan depan di Lebanon bagian selatan untuk membongkar situs infrastruktur teror Hizbullah dan untuk mencegah ancaman langsung terhadap masyarakat di Israel bagian utara,” kata militer Israel dalam pernyataan yang menyertai penerbitan peta tersebut.
Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, mengatakan pada Minggu (19/4) bahwa rumah-rumah di perbatasan yang dimanfaatkan oleh Hizbullah akan dihancurkan dan bahwa “setiap bangunan yang mengancam militer kita dan setiap jalan yang diduga (ditanam dengan) bahan peledak harus segera dihancurkan”.***dtc/mpc/bs









