Medan(MedanPunya) Tim Basarnas Medan masih melakukan proses evakuasi korban yang tertimpa reruntuhan rumah mewah yang meledak di Kompleks Grand Polonia meledak pada Senin (20/7).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika mengatakan, proses evakuasi dilakukan bersama dengan Polri-TNI, pemerintah setempat dan Damkar Medan.
“Tim SAR gabungan berjumlah 300 sampai 400 orang, dengan 3 unit ekskavator dan 1 unit crane,” kata Hery saat diwawancarai lokasi pada Selasa (21/7).
Hery menuturkan, proses evakuasi saat ini difokuskan pada lantai dua bangunan yang runtuh. Sejauh ini, pihaknya mengindikasikan masih ada korban yang tertimbun reruntuhan.
“Indikasinya ada dua orang lagi yang kita upayakan untuk kita evakuasi,” ucapnya.
Ia menyebutkan, ada sejumlah tantangan saat melakukan evakuasi. Utamanya, akses menuju lantai dua yang sangat sempit.
Kemudian, material bangunan yang runtuh ini mengalami labilitas sehingga membahayakan tim SAR gabungan saat masuk.
Tim dari Basarnas Medan melakukan operasi pencarian korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan rumah mewah akibat ledakan gas pipa tanam di Kota Medan.***kps/mpc/bs









