Tapsel(MedanPunya) Hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) memicu banjir susulan di beberapa desa yang berada di dekat Daerah Aliran Sungai (DAS) Batangtoru, Jumat (2/1). Sejumlah rumah dan ruas jalan kembali tergenang.
Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menjelaskan, kondisi curah hujan tinggi menyebabkan aliran Sungai Batangtoru mengalami sedimentasi akibat banjir bandang sebelumnya, sehingga terbentuk aliran baru yang memasuki desa-desa di DAS Batangtoru.
“Banjir terjadi di semua desa/dusun di DAS Batangtoru, Kecamatan Batangtoru dan Kecamatan Angkola Sangkunur, termasuk anak-anak sungai yang bermuara ke Sungai Batangtoru,” ujar Gus Irawan, Sabtu (3/1).
Daerah yang kembali dilanda banjir antara lain Dusun Benteng, Desa Hapesong Baru (Kecamatan Batangtoru), serta Desa Bandar Tarutung dan Dusun Sibarabara, Desa Simataniari (Kecamatan Angkola Sangkunur).
Gus Irawan menambahkan, genangan air bahkan terjadi di Dusun Benteng meski hujan sempat berhenti, dan bertambah di Dusun Sibarabara saat hujan kembali mengguyur.
Untuk mengatasi kondisi ini, Gus Irawan menekankan perlunya normalisasi sungai agar pengungsi yang sebelumnya kembali ke rumah tidak harus kembali mengungsi.
Pantauan hingga Sabtu (3/1), beberapa dusun di Desa Bandar Tarutung dan Dusun Sibarabara masih tergenang air.
Berdasarkan data BPBD Sumut yang dikutip Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut Porman Mahulae, total korban bencana 38 hari lalu mencapai 366 orang meninggal, 206 luka-luka, 59 hilang, dan 14.430 orang masih mengungsi.
Lokasi terdampak paling parah berada di:
- Tapanuli Tengah (Tapteng): 127 meninggal, 4.161 pengungsi
- Tapanuli Selatan (Tapsel): 89 meninggal, 4.693 pengungsi
- Kota Sibolga: 55 meninggal, 660 pengungsi
- Tapanuli Utara (Taput): 36 meninggal, 1.197 pengungsi
Banjir susulan ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan warga agar terus memantau curah hujan dan kesiapsiagaan di daerah rawan banjir.***kps/mpc/bs








