Selasa, 7 April 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Daerah

Warga Aek Ngadol Sebut Kades Tahan ATM dan Buku Rekening Bantuan Bencana

Jumat, 20 Februari 2026
kanal Daerah
17
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Tapsel(MedanPunya) Kepala Desa (Kades) Aek Ngadol berinisial SS di Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel), diduga menyalahgunakan kewenangannya sebagai pejabat publik.

Ia dituding menahan buku rekening dan kartu ATM milik seorang warga penerima bantuan rehabilitasi rumah yang terkena banjir bandang dari pemerintah pusat.

Warga tersebut, Nurhaida Zega (41), mengaku buku rekening dan ATM atas namanya diminta oleh kepala desa pada Sabtu (14/2).

Padahal, rekening tersebut digunakan untuk penyaluran dana bantuan rehabilitasi rumah sebesar Rp 30 juta yang bersumber dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Nurhaida menceritakan bahwa dirinya merupakan salah satu penerima manfaat bantuan rehabilitasi rumah terdampak bencana. Ia mengaku telah melalui proses pendataan sejak awal oleh petugas lapangan dan perangkat desa.

“Pada 13 Februari lalu, saya hadir secara simbolis bersama pihak pemerintah pusat, Pak Bupati dan warga lainnya di Sopo Daganak untuk menerima bantuan. Tapi setelah itu, buku rekening saya justru diminta Pak Kades,” katanya saat ditemui di rumahnya.

Nurhaida yang sehari-hari berjualan kerupuk keliling mengungkapkan, rumah kontrakan yang ditempatinya sejak 2022 sempat terdampak banjir.

Bagian belakang rumah yang ia bangun menggunakan dana pribadi ikut rusak, sehingga ia terdata sebagai penerima bantuan perbaikan rumah.

Namun, persoalan muncul setelah pemilik rumah kontrakan, Erliana Hutapea, mendatanginya pada Jumat (13/2) malam sekitar pukul 19.00 WIB.

Nurhaida mengaku mendapat ancaman secara lisan, yang bahkan sempat direkam oleh anaknya.

Keesokan harinya, ia dipanggil ke rumah kepala desa bersama pemilik rumah. Dalam pertemuan tersebut, buku rekening dan ATM miliknya diminta dan hingga kini masih berada di tangan kepala desa.

Merasa tertekan, Nurhaida sempat mendatangi rumah Camat Batang Toru untuk meminta arahan, namun tidak berhasil bertemu langsung dengan camat.

Ia khawatir rekeningnya disalahgunakan apabila dana bantuan telah masuk.

“Kalau memang saya dibatalkan sebagai penerima bantuan, tidak apa-apa. Tapi saya tidak mau rekening saya ditahan dan nanti ada masalah hukum. Saya juga sudah diancam dan tidak mau tinggal lagi di rumah itu,” tegasnya.

Nurhaida juga memaparkan telah membayar uang kontrakan sebanyak tiga kali, masing-masing Rp 3.750.000 untuk dua periode awal dan Rp 2.600.000 pada pembayaran ketiga. Ia bahkan sempat memberikan tambahan uang kontrakan karena alasan kebutuhan sekolah anak pemilik rumah.

Saat dikonfirmasi wartawan di Desa Huta Godang, Kades Aek Ngadol SS membenarkan bahwa buku rekening dan ATM tersebut berada dalam penguasaannya.

“Benar, buku rekening dan ATM ada pada saya untuk dijaga sementara. Itu atas kesepakatan kedua belah pihak. Saya juga sudah koordinasi dengan Dinas Perkim. Jika dana masuk, yang berhak mengelola tetap Ibu Nurhaida karena datanya atas nama beliau,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, Sofyan Adil Siregar, belum memberikan tanggapan saat dihubungi melalui pesan maupun sambungan WhatsApp.

Nurhaida berharap aparat penegak hukum di Kabupaten Tapanuli Selatan dapat memberikan keadilan atas persoalan yang dialaminya. Ia juga meminta Inspektorat Daerah, Kejaksaan Negeri, serta pihak kepolisian untuk memeriksa dugaan tindakan penyalahgunaan wewenang tersebut.

“Saya hanya ingin keadilan ditegakkan. Sampai hari ini belum ada penyelesaian jelas, bahkan hasil sidang adat di kantor desa yang membuat kami membayar Rp 950.000 pun belum kami terima hasilnya,” ungkapnya.***trb/mpc/bs

 

 

Berikan Komentar:
Tags: bantuankontrakanTapanuli Selatan
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Trump Sentil Obama yang Bicara soal Alien, Ingatkan Agar Tak Bocorkan Rahasia

Berita Berikutnya

Pencuri Motor Kepsek Ditangkap, Korban Lupa Cabut Kunci saat Ngobrol

Related Posts

Daerah

Kebakaran di Tempat Penitipan Mobil di Kisaran, Puluhan Kenderaan Diduga Ikut Ludes Terbakar

Kamis, 2 April 2026
Daerah

Respons Gerindra soal Polemik Gaji DPRD Padangsidimpuan, Rusydi: Secara Aturan Dibenarkan

Kamis, 2 April 2026
Daerah

Sehari Dua Kasus Sabu Terungkap, Polres Labusel Tangkap 2 Pelaku dan Sita Narkoba

Kamis, 2 April 2026
Daerah

Rekonstruksi Pembunuhan Istri di KIsaran, Ibu Korban Histeris Lihat Pelaku

Kamis, 2 April 2026
Daerah

Polisi Kejar-kejaran dengan Kapal Pengangkut Sabu di Perairan Asahan, 3 Kurir Ditangkap

Kamis, 2 April 2026
Daerah

Ditengah Efisiensi, Anggota DPRD Padangsidimpuam Naik Gaji

Selasa, 31 Maret 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Kebakaran di Tempat Penitipan Mobil di Kisaran, Puluhan Kenderaan Diduga Ikut Ludes Terbakar

Kamis, 2 April 2026

Pemprov Sumut Siapkan Teknis WFH Tiap Jumat Bagi ASN

Kamis, 2 April 2026

Respons Gerindra soal Polemik Gaji DPRD Padangsidimpuan, Rusydi: Secara Aturan Dibenarkan

Kamis, 2 April 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana