Jumat, 16 Januari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Dunia

Biden Pertanyakan Keamanan Program Nuklirnya, Pakistan Terkejut

Senin, 17 Oktober 2022
kanal Dunia
9
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Islamabad(MedanPunya) Kementerian Luar Negeri Pakistan memanggil Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) di Islamabad setelah Presiden Joe Biden mempertanyakan keamanan program nuklir negara tersebut.

Pernyataan yang dipermasalahkan itu disampaikan dalam pidato pada Kamis (13/10) pekan lalu, ketika Biden menyebut Pakistan ‘mungkin jadi salah satu negara paling berbahaya di dunia’ karena memiliki ‘senjata nuklir tanpa kohesi apapun’.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Bilawal Bhutto-Zardari menyatakan dirinya terkejut dengan pernyataan Biden tersebut.

“Sejauh menyangkut pertanyaan soal keselamatan dan keamanan aset nuklir Pakistan yang menjadi kekhawatiran, kami memenuhi semuanya — setiap dan masing-masing — standar internasional sesuai dengan IAEA,” tegas Bhutto-Zardari dalam konferensi pers pada Sabtu (15/10) waktu setempat, merujuk pada Badan Energi Atom Internasional.

Transkrip pidato Biden itu dipublikasikan oleh Gedung Putih pada situs resminya.

Dalam pernyataannya, Bhutto-Zardari juga mengumumkan pemanggilan Dubes AS untuk Pakistan terkait pernyataan Biden itu. Diakui Bhutto-Zardari bahwa dirinya tidak berpikir keputusan memanggil Dubes AS tidak akan berdampak negatif pada hubungan Pakistan-AS.

Ditambahkan Bhutto-Zardari bahwa para pejabat bisa mengatasi kekhawatiran spesifik apapun yang dimiliki AS terkait program nuklir.

Dia juga menyatakan bahwa kekhawatiran soal program nuklir Pakistan tidak dibahas dalam kunjungan terbarunya ke Washington DC, di mana dia menggelar rentetan pertemuan, termasuk dengan Departemen Luar Negeri AS.

Hubungan antara Islamabad dan Washington DC, yang dulunya sekutu dekat, baru saja mulai menghangat setelah bertahun-tahun membeku, yang sebagian besar dipicu oleh dugaan dukungan Pakistan terhadap Taliban di Afghanistan.

Otoritas Pakistan membantah tuduhan itu.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Tags: Joe BidenPakistanprogram nuklir
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Man City Masih Jadi Santapan Empuk Mo Salah

Berita Berikutnya

Ekspor RI di September 2022 Naik 20,2% Jadi US$ 24 Miliar

Related Posts

Dunia

Rusia Kecam Kekuatan Asing yang Coba Intervensi Demo di Iran

Selasa, 13 Januari 2026
Dunia

Heboh, Trump Sebut Dirinya ‘Presiden Sementara Venezuela’

Senin, 12 Januari 2026
Dunia

China Makin Intensif Tangkap Pemimpin Gereja

Senin, 12 Januari 2026
Dunia

Hanya 1,6 KM dari Tragedi George Floyd, Penembakan Ibu oleh Agen ICE Kembali Guncang AS

Jumat, 9 Januari 2026
Dunia

China Ungkap Taktik AS Serang Venezuela, Ada Satu Titik Lamah

Rabu, 7 Januari 2026
Dunia

Korut Luncurkan Rudal Hipersonik, Siap untuk Perang!

Senin, 5 Januari 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Kawanan Maling Bobol Rumah Ditinggal Pemilik, Sudah 10 Kali Beraksi

Kamis, 15 Januari 2026

Lapor Pak Bupati, Jalan Ismail Harun Deli Serdang Rusak Parah

Kamis, 15 Januari 2026

Pedagang Kuliner di Binjai Lega Harga Cabai Murah

Kamis, 15 Januari 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana