Sabtu, 17 Januari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Dunia

China Dicurigai Bangun Lebih dari 100 Silo Rudal di Gurun Gansu

Jumat, 2 Juli 2021
kanal Dunia
20
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Beijing(MedanPunya) Analisis foto satelit menunjukkan China membangun lebih dari 100 silo rudal di padang pasir, yang menandakan kemungkinan perluasan kemampuan nuklir negara itu.

Analis memperingatkan peningkatan kemampuan nuklir China menandakan “perkembangan yang mengkhawatirkan”, tetapi juga mendesak untuk hati-hati dalam meresponsnya.

Penelitian terhadap peningkatan nuklir China pertama dilaporkan oleh Washington Post pada Kamis (1/7), yang mengidentifikasi adanya pembangunan lebih dari 100 silo rudal di gurun provinsi Gansu, yang kemungkinan untuk menyimpan rudal balistik antarbenua.

Para peniliti dari James Martin Center for Nonproliferation Studies at the Middlebury Institute of International Studies, membuat penemuan itu melalui analisis foto satelit yang disediakan oleh perusahaan komersial, Planet.

Pakar nuklir AS Jeffrey Lewis menyebutkan bahwa silo rudal China tersebut tersebar di lahan seluas lebih dari 700 mil persegi, situs dekat Yumen, di antaranya juga terdapat pembangunan bunker bawah tanah, yang dapat berfungsi sebagai pusat peluncuran, jalur kabel tanah, jalanan, dan pangkalan militer kecil.

Menurut Lewis dengan melihat tata letaknya, itu mencerminkan sebagai situs peluncuran rudal balistik nuklir yang ada di Mongolia Dalam, menunjukkan China telah membangun atau sedang membangun setidaknya 145 silo rudal secara total.

“Kami yakin China sedang memperluas kekuatan nuklirnya sebagian untuk menjaga pertahanan terhadap serangan AS dalam jumlah yang cukup untuk mengalahkan pertahanan rudal AS,” ujar Lewis.

Menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm, China diyakini memiliki sekitar 350 hulu ledak nuklir, sekitar 30 lebih banyak dari pada 2020, dan jauh lebih sedikit dari AS atau Rusia.

Di tengah perlombaan senjata dan memburuknya hubungan dengan Washington, China dan Rusia enggan mengurangi persenjataan mereka tanpa batasan yang sesuai di AS.

Pada April, kepala pasukan nuklir AS telah memperingatkan “ekspansi menakjubkan” dari kemampuan nuklir China.

Jumlah silo tidak selalu berkorelasi dengan jumlah rudal, dengan Lewis menyarankan itu bisa menjadi “shell game”, untuk menyamarkan sebagian di mana rudal disimpan dan memastikan pihak lain dalam perang tidak akan tahu persis di mana rudal-rudal itu berada.

Dia mengatakan tata letaknya mirip dengan yang dirancang AS, ketika awal membuat rencana “permainan cangkang” pada 1970-an.

“Kami tidak tahu. Apakah jumlahnya 12 atau 120, ini adalah perkembangan yang mengkhawatirkan,” ucap Lewis.

Setelah pertemuan NATO pada Juni memperingatkan perlunya mengatasi otoritarianisme dan kekuatan militer China yang berkembang, Beijing menuduh blok itu “memfitnah” dan secara spesifik menyebutkan persenjataan nuklirnya.

China mengatakan negara itu memiliki hulu ledak nuklir yang jauh lebih sedikit dari pada anggota NATO dan telah berkomitmen untuk tidak menggunakan atau mengancam negara-negara non-nuklir.

Dikatakan China berkomitmen pada kebijakan pertahanan yang “bersifat defensif”, dengan membenarkan modernisasi militer yang dianggap masuk akal.

Pada awal Juni, menteri luar negeri China, Wang Yi, mengatakan negara itu menganut prinsip untuk tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu.

James Acton, co-direktur program kebijakan nuklir di Carnegie Endowment for International Peace, mendesak agar tidak “berpikir terburuk” sehubungan dengan pengungkapan konstruksi silo rudal China.

“Ada banyak alasan untuk mempertanyakan apakah China akan memperluas persenjataan nuklirnya secepat ini, meskipun sedikit mengembangkannya,” kata Acton, mencatat kesamaan dengan rencana permainan cangkang AS pada 1970-an.

“Kedua, pahami bahwa sebagian besar program modernisasi nuklir China mungkin dimotivasi oleh kekhawatiran tentang AS. China cukup terbuka, sehingga khawatir AS mungkin menyerang kekuatan nuklirnya terlebih dahulu dalam konflik,” jelasnya.***kps/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Tags: analisispadang pasirrudal
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Mapolda Sumut Mendadak Banjir Karangan Bunga

Berita Berikutnya

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Deli Serdang

Related Posts

Dunia

Rusia Kecam Kekuatan Asing yang Coba Intervensi Demo di Iran

Selasa, 13 Januari 2026
Dunia

Heboh, Trump Sebut Dirinya ‘Presiden Sementara Venezuela’

Senin, 12 Januari 2026
Dunia

China Makin Intensif Tangkap Pemimpin Gereja

Senin, 12 Januari 2026
Dunia

Hanya 1,6 KM dari Tragedi George Floyd, Penembakan Ibu oleh Agen ICE Kembali Guncang AS

Jumat, 9 Januari 2026
Dunia

China Ungkap Taktik AS Serang Venezuela, Ada Satu Titik Lamah

Rabu, 7 Januari 2026
Dunia

Korut Luncurkan Rudal Hipersonik, Siap untuk Perang!

Senin, 5 Januari 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Kawanan Maling Bobol Rumah Ditinggal Pemilik, Sudah 10 Kali Beraksi

Kamis, 15 Januari 2026

Lapor Pak Bupati, Jalan Ismail Harun Deli Serdang Rusak Parah

Kamis, 15 Januari 2026

Pedagang Kuliner di Binjai Lega Harga Cabai Murah

Kamis, 15 Januari 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana