Dapat Ancaman dari Iran, AS Siagakan Kapal Induknya di Timur Tengah

Washington(MedanPunya) Kapal induk USS Nimitz beserta gugus tempurnya akan tetap berada di Timur Tengah setelah adanya ancaman dari Iran.

Kementerian Pertahanan Amerika Serikat ( AS) mengumumkan keputusannya mempertahankan USS Nimitz di Timur Tengah tersebut pada Minggu (3/1) malam.

Menteri Pertahanan AS Chris Miller menyatakan bahwa USS Nimitz disiagakan atas ancaman yang dikeluarkan oleh Iran.

“Karena ancaman baru-baru ini yang dikeluarkan oleh para pemimpin Iran terhadap Presiden Trump dan pejabat pemerintah AS lainnya, saya telah memerintahkan USS Nimitz untuk menghentikan pemindahan rutinnya,” kata Miller dalam sebuah pernyataan.

“USS Nimitz sekarang akan tetap berada di stasiun di wilayah operasi Komando Pusat AS. Tidak ada yang meragukan tekad AS,” tutur Miller sebagaimana dilansir dari United States Naval Institute (USNI).

Iran melontarkan peringatan satu tahun terbunuhnya jenderal top Iran Qasem Soleiman, komandan pasukan Quds yang merupakan sayap pasukan elite dari Garda Revolusi Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khameini dan seorang komandan militer senior bersumpah akan melakukan tindakan pembalasan terhadap AS.

Sebelumnya, New York Times melaporkan jika AS dikabarkan menarik kapal induk mereka dari Timur Tengah, setelah militer Iran menerapkan siaga tinggi.

Kabar tersebut disampaikan oleh seorang sumber dari Gedung Putih di AS. Sumber tersebut mengatakan bahwa Miller memerintahkan untuk menarik kapal induk AS dari Timur Tengah.

Namun, keputusan Miller berkebalikan dengan kabar tersebut dan justru menyiagakan UZZ Nimitz di Timur Tengah.

Kapal induk tersebut beserta sejumlah kapal pengawalnya telah dikerahkan sejak Juni.

USS Nimitz dan Grup Amfibi (ARG) Angkatan Laut AS di Pulau Makin telah beroperasi di lepas pantai Somalia untuk mendukung pemindahan sekitar 700 tentara AS ke negara lain di Afrika Timur.

ARG terdiri dari USS Makin Island, kapal perang amfibi USS Somerset, dan USS San Diego.

Ketiga kapal tersebut dinaiki oleh sekitar 2.500 personel marinir dari 15th Marine Expeditionary Unit.

Pulau Makin juga memiliki skuadron Joint Strike Fighters F-35B Lightning II milik Marinir AS.***kps/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version