Dituduh Ikut Tanggung Jawab Atas Serangan Hamas ke Israel, Mesir Marah

Kairo(MedanPunya) Kementerian Luar Negeri Mesir mengecam keras komentar Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich yang menuduh pemerintah Mesir ikut memikul “tanggung jawab besar” atas serangan Hamas pada 7 Oktober tahun lalu, yang memicu perang berkelanjutan di Jalur Gaza.

Komentar kontroversial Smotrich itu dilontarkan saat dia menghadiri rapat Partai Zionis Religius yang dipimpinnya pada Senin (12/2) waktu setempat.

“Rakyat Mesir memikul tanggung jawab besar untuk (serangan Hamas) 7 Oktober,” sebut Smotrich dalam rapat itu.

Serangan mengejutkan Hamas pada 7 Oktober tahun lalu itu dilaporkan menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, di wilayah Israel. Serangan itu juga menjadi pemicu perang yang berkecamuk antara Israel dan Hamas selama lebih dari empat bulan terakhir.

Tel Aviv yang bersumpah menghancurkan Hamas, telah menggempur Jalur Gaza via udara, darat dan laut hingga memicu kehancuran dan banyak kematian. Laporan terbaru otoritas kesehatan Gaza menyebut sedikitnya 28.340 orang, kebanyakan perempuan dan anak-anak, tewas akibat rentetan serangan Israel.

Dalam komentarnya, Smotrich mengklaim bahwa “sebagian besar persenjataan Hamas melewati Mesir”, yang berbatasan dengan Jalur Gaza bagian selatan dan menjadi mediator utama dalam upaya mengakhiri perang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Ahmed Abu Zeid, dalam tanggapannya menyebut “sangat disayangkan dan memalukan” bagi seorang menteri Israel untuk “terus melontarkan pernyataan yang tidak bertanggung jawab dan menghasut”.

“Mesir sepenuhnya menguasai wilayahnya, dan tidak mengizinkan pihak mana pun untuk melibatkan nama Mesir dalam upaya-upaya gagal untuk menutupi kekurangannya,” sebut Abu Zeid dalam pernyataannya.

Abu Zeid juga menyebut komentar Smotrich itu mencerminkan “rasa lapar yang besar akan pembunuhan dan kehancuran, serta sabotase terhadap setiap upaya untuk mengatasi krisis di Jalur Gaza”.

Mesir pada tahun 1979 silam menjadi negara Arab pertama yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel, dan telah sejak lama berperan sebagai mediator dalam konflik Israel-Palestina.

Bersama dengan Qatar, Mesir telah membantu menengahi gencatan senjata selama seminggu pada November tahun lalu, yang melibatkan pembebasan sandera dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Mesir, dan lebih banyak pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version