Iran Ancam ‘Pelajaran Lebih Keras’ Jika AS-Israel Menyerang Lagi

Teheran(MedanPunya) Komando operasional tertinggi pada militer Iran melontarkan peringatan keras pada Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk setiap serangan terbaru yang menargetkan Teheran, saat gencatan senjata sementara berakhir pekan ini.

Militer Iran menegaskan bahwa pembalasan terhadap agresi lanjutan oleh Washington dan Tel Aviv akan lebih keras, dan pasukan Teheran akan bertindak “segera” dalam menyerang target-target yang telah ditentukan.

Peringatan terbaru itu, dilontarkan oleh Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan operasional antara militer reguler Iran dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

“Pasukan kami yang cakap dan kuat telah siaga penuh sejak lama dan siap menyerang,” kata juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari dalam pernyataan terbarunya.

“Jika terjadi agresi atau tindakan apa pun terhadap Republik Islam (Iran), mereka akan segera menyerang target-target yang telah ditentukan sebelumnya dengan kekuatan penuh dan menghadapi agresor Amerika dan rezim Zionis pembunuh anak-anak dengan pelajaran yang lebih keras dari sebelumnya,” tegasnya.

Peringatan tersebut, sebut Zolfaghari, disampaikan “mengingat ancaman berulang dari Presiden AS dan para komandan militer agresif dan teroris dari negara tersebut”.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan, pada 7 April lalu, gencatan sementara selama dua minggu dalam perang melawan Iran, yang dimulai sejak serangan gabungan Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran pada akhir Februari.

Perundingan damai kemudian digelar di Islamabad, Pakistan, untuk memfinalisasi gencatan senjata dengan tujuan mengakhiri perang secara permanen. Namun perundingan yang dimediasi Pakistan itu berakhir tanpa kesepakatan apa pun.

Pekan ini, upaya dilakukan untuk menggelar putaran terbaru bagi perundingan AS dan Iran. Namun Teheran menegaskan tidak akan menghadiri perundingan apa pun dengan Washington, kecuali blokade laut yang diberlakukan oleh AS terhadap kapal dan pelabuhan-pelabuhan Iran dicabut.

Menjelang gencatan senjata berakhir, atau pada Senin (20/4), Trump mengancam Iran dengan “kekuatan militer yang luar biasa”. Dia bahkan mengatakan “banyak bom akan mulai meledak” jika tidak ada kesepakatan yang dihasilkan dari perundingan kedua pihak.

Pada Selasa (21/4), Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata secara sepihak, dengan Iran tetap mempertahankan pendiriannya. Penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, seperti dilansir CNN, mengatakan: “Perpanjangan gencatan senjata Trump tidak berarti apa-apa.”

Dia menyoroti sikap Trump untuk melanjutkan blokade terhadap pelabuhan Iran meski memperpanjang gencatan senjata. Menurut Mohammadi, kebijakan Trump itu harus direspons dengan aksi militer, bukan lewat meja perundingan.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version