Rabu, 25 Maret 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Dunia

Komentari Kerusuhan di Prancis, Erdogan Salahkan Rasisme Institusional

Selasa, 4 Juli 2023
kanal Dunia
11
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Ankara(MedanPunya) Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengomentari kerusuhan yang meluas di Prancis, buntut kematian remaja 17 tahun yang ditembak oleh polisi. Erdogan menyalahkan ‘rasisme institusional’ dan masa lalu kolonial Prancis sebagai penyebab semakin meluasnya kerusuhan.

Pemerintah Prancis berupaya meredakan kerusuhan dan penjarahan yang meluas di ibu kota Paris dan wilayah-wilayah lainnya, sejak remaja bernama Nahel M (17) ditembak mati oleh seorang polisi yang mencegatnya di jalanan pada Selasa (27/6) pekan lalu.

Nahel merupakan warga negara Prancis keturunan Aljazair.

Erdogan diketahui menggambarkan dirinya sebagai pembela umat Islam sedunia, sejak memimpin partainya yang berakar Islam berkuasa di Turki selama dua dekade terakhir.

Dalam komentarnya pada Senin (3/7) waktu setempat, Erdogan menyebut penyebab meluasnya kerusuhan di Prancis adalah ‘Islamofobia’ yang dia kaitkan dengan masa lalu kolonial negara itu.

“Di negara-negara yang terkenal dengan masa kolonialnya, rasisme budaya telah berubah menjadi rasisme institusional,” sebut Erdogan dalam pernyataan yang disiarkan televisi Turki, setelah memimpin rapat kabinet mingguan.

“Akar dari peristiwa yang dimulai di Prancis adalah arsitektur sosial yang dibangun oleh mentalitas ini. Sebagian besar imigran yang terkutuk untuk tinggal di lingkungan ghetto, yang ditindas secara sistematis, adalah Muslim,” ucapnya.

Dia juga mengecam aksi penjarahan yang marak bersamaan dengan kerusuhan yang meluas di Prancis.

“Jalanan tidak bisa digunakan untuk mencari keadilan. Namun, jelas bahwa otoritas setempat juga harus belajar dari ledakan sosial tersebut,” cetus Erdogan.

Penembakan yang menewaskan remaja Prancis pada Selasa (27/6) lalu itu mengungkap perpecahan politik yang mendalam di negara tersebut. Banyak tokoh sayap kanan membela aparat keamanan, sedangkan tokoh sayap kiri melihat kematian remaja itu sebagai akibat dari rasisme sistemik dalam tubuh kepolisian.

Kerusuhan dan penjarahan yang meluas di Prancis semakin memperdalam polarisasi yang ada.

Polisi yang diidentifikasi oleh media Prancis sebagai Florian M (38), telah ditahan dan didakwa atas pembunuhan. Dalam video penembakan yang terungkap, Florian terlihat bersama seorang polisi lainnya sedang mencegat mobil Mercedes warna kuning yang dikemudikan Nahel tanpa SIM di wilayah Nanterre, pinggiran Paris bagian barat, pada Selasa (27/6) pagi.

Terlihat dalam video bahwa Florian mengeluarkan senjata apinya dan menembak Nahel dari jarak dekat dia remaja itu kabur dengan mobilnya dari lokasi. Perdana Menteri (PM) Prancis Elisabeth Borne menegaskan bahwa hal itu ‘jelas tidak sesuai dengan aturan keterlibatan polisi’.

Florian juga menghadapi dakwaan memberikan pernyataan palsu, dengan awalnya mengklaim dirinya melepas tembakan saat Nahel melaju ke arahnya.

Seorang remaja lainnya yang ada di dalam mobil yang sama dengan Nahel, menuturkan kepada media lokal bahwa polisi memukul Nahel dengan gagang senjata api sebelum melepas tembakan ke arahnya. “Kamu akan mendapatkan peluru di kepala,” demikian bunyi suara dalam video penembakan tersebut.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Tags: rasismeRecep Tayyip Erdogan
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Hindari Batu, Satu Pekerja Tewas di Lokasi Proyek PLTA Batangtoru

Berita Berikutnya

MA Sunat Vonis Terdakda Korupsi Pembobol Rp 22 Miliar Bank Jatim

Related Posts

Dunia

Iran Luncurkan Rudal Canggih Sejjil ke Israel

Senin, 16 Maret 2026
Dunia

Pesan Iran ke Trump: Kamilah yang Akan Menentukan Akhir Perang

Selasa, 10 Maret 2026
Dunia

Trump Beri Sinyal Perang Lawan Iran Akan Selesai

Selasa, 10 Maret 2026
Dunia

Beda Nasib 3 Pilot F-15 AS yang Jatuh, Kru Wanita Langsung Disambut Hangat

Rabu, 4 Maret 2026
Dunia

Pakistan Nyatakan Perang Lawan Taliban Afghanistan, Bombardir Kabul

Jumat, 27 Februari 2026
Dunia

Kim Jong Un Ternyata Mau Akrab dengan AS, tetapi Tetap Tolak Korsel

Kamis, 26 Februari 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Bobby Minta Mudik Gratis Pemprov Sumut Transparan, Tak Boleh Ada Titipan

Senin, 16 Maret 2026

Mobil Wanita Ngebut Tabrak Lapak Jualan di Pasar Kaget Binjai, 5 Warga Luka

Senin, 16 Maret 2026

Emak-emak Kejar lalu Tabrak Penjabret Gelangnya di Medan

Senin, 16 Maret 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana