Jumat, 27 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Dunia

Pakistan Nyatakan Perang Lawan Taliban Afghanistan, Bombardir Kabul

Jumat, 27 Februari 2026
kanal Dunia
4
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Islamabad(MedanPunya) Pakistan secara resmi mendeklarasikan “perang terbuka” terhadap pemerintahan Taliban di Afghanistan, Jumat (27/2).

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menyusul jual-beli serangan yang melibatkan kedua negara.

Terbaru, Pemerintah Pakistan meluncurkan operasi militer bertajuk ‘Ghazab Lil Haq’ dengan membombardir sejumlah wilayah strategis di Afghanistan, termasuk ibu Kota Kabul dan wilayah Kandahar pada Jumat.

Asif menyatakan bahwa tindakan militer ini merupakan respons atas provokasi yang dilakukan oleh pihak Afghanistan.

“Kesabaran kami telah mencapai batasnya. Sekarang adalah perang terbuka antara kami dan kalian,” tulis Khawaja Asif melalui akun media sosial X.

Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar juga mengonfirmasi bahwa target operasi dari serangan terbaru adalah fasilitas pertahanan milik Taliban.

“Target pertahanan Taliban Afghanistan diserang di Kabul, Paktia, dan Kandahar,” ujar Tarar.

Dia menambahkan bahwa operasi ini dipicu oleh tembakan tanpa provokasi dari seberang perbatasan.

Hingga saat ini, laporan mengenai dampak kerusakan dan korban jiwa masih simpang siur akibat perbedaan klaim dari kedua pemerintah.

Stasiun televisi pemerintah Pakistan, PTV News, melaporkan dua markas brigade di Kabul dan satu markas korps di Kandahar berhasil dihancurkan.

Selain itu, depot amunisi dan basis logistik di Kandahar juga diklaim rata dengan tanah.

Juru bicara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Mosharraf Ali Zaidi mengeklaim 133 milisi Taliban tewas dan lebih dari 200 lainnya luka-luka.

Setidaknya tiga ledakan terdengar di Kabul. Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengonfirmasi serangan juga terjadi di Kandahar dan Paktia.

Pejabat informasi Provinsi Nangarhar, Qureshi Badlun, melaporkan bahwa serangan mortir menghantam kamp pengungsi di dekat perbatasan Torkham.

“Tujuh pengungsi kami terluka, dan kondisi seorang wanita kritis,” lapornya. Secara total, kementerian pertahanan menyebut 13 warga sipil terluka.

Sementara itu, Afghanistan juga mengeklaim telah menewaskan 55 tentara Pakistan dan merebut lebih dari selusin pos militer. Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi mengecam Taliban karena menargetkan warga sipil.

“Musuh pengecut menyerang dalam kegelapan malam. Taliban Afghanistan melakukan upaya tercela untuk menargetkan warga sipil yang tidak bersalah,” tegasnya.

Eskalasi ini bermula dari serangan udara Pakistan pada Minggu (22/2) yang diklaim menargetkan kelompok milisi di area perbatasan.

Pihak Afghanistan membalas serangan tersebut pada Kamis (26/2) malam dengan menyerang pos-pos perbatasan Pakistan.

Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan serangan balasan mereka adalah respons atas tewasnya warga sipil dalam serangan Pakistan sebelumnya.

Mereka menegaskan bahwa serangan Pakistan merupakan pelanggaran kedaulatan wilayah udara Afghanistan.

Hubungan kedua tetangga ini memang terus memburuk dalam beberapa bulan terakhir.

Pakistan menuduh Taliban melindungi kelompok Pakistan Taliban yang sering meluncurkan serangan di dalam wilayah Pakistan.

Tuduhan tersebut dibantah keras oleh Taliban, penguasa de facto Afghanistan saat ini.

Kedua belah pihak sebetulnya juga sudah menyepakati gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar.

Akan tetapi, jual beli serangan yang terjadi menunjukkan kesepakatan tersebut tampak semakin rapuh.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, telah mendesak kedua pihak untuk menahan diri dan menyelesaikan perselisihan melalui jalur diplomasi guna melindungi warga sipil.***kps/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Tags: AfghanistanPakistanperang terbuka
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Kim Jong Un Ternyata Mau Akrab dengan AS, tetapi Tetap Tolak Korsel

Berita Berikutnya

Mata Dukung Carrick Jadi Manajer Tetap MU

Related Posts

Dunia

Kim Jong Un Ternyata Mau Akrab dengan AS, tetapi Tetap Tolak Korsel

Kamis, 26 Februari 2026
Dunia

Ada AS di Balik Tewasnya Bos Kartel Meksiko ‘El Mencho’

Senin, 23 Februari 2026
Dunia

Trump Sentil Obama yang Bicara soal Alien, Ingatkan Agar Tak Bocorkan Rahasia

Jumat, 20 Februari 2026
Dunia

AS Marah Ada yang Beli Jet Tempur Rusia Su-57, Ancam Jatuhkan Sanksi

Jumat, 6 Februari 2026
Dunia

Kim Jong Un Disebut Takut Bernasib seperti Maduro, Khawatir Digulingkan AS

Rabu, 28 Januari 2026
Dunia

Bela Trump Mati-matian, Sekjen NATO: Eropa Jangan Mimpi Selamat Tanpa AS

Selasa, 27 Januari 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Motor Karyawati Toko di Medan Selayang Raib Digondol Maling

Jumat, 27 Februari 2026

Pemko Medan Siapkan 4.000 Kursi Mudik Gratis ke 12 Rute

Jumat, 27 Februari 2026

Diduga Jadi Korban Hipnotis, Seorang Wanita di Medan Kehilangan Barang Berharga

Jumat, 27 Februari 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana