Jumat, 7 Agustus 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Dunia

Politikus Israel Sebut Netanyahu “Pembunuh Berantai” di Sidang Parlemen

Rabu, 20 November 2024
kanal Dunia
11
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Tel Aviv(MedanPunya) Politikus Israel, Ayman Odeh meneriaki Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan sebutan serial killer of peace atau “pembunuh berantai perdamaian”.

Tuduhan Netanyahu sebagai pembunuh itu Ayman Odeh lontarkan saat berpidato dalam rapat parlemen atau Knesset, Senin (18/11) waktu setempat.

Akibat tindakan Odeh, anggota parlemen Israel itu kemudian segera diusir turun podium dan ditarik mundur dari mikrofon meski pidatonya belum selesai.

Meski Benjamin Netanyahu diteriaki “pembunuh berantai”, dia tampak tidak tergerak dan tidak tertarik dengan pidato Odeh.

Ayman Odeh merupakan warga Palestina di wilayah pendudukan Israel yang menjadi anggota parlemen Israel sebagai pemimpin Partai Hadash-Ta’al.

Dalam rapat parlemen pada Senin (18/11), Odeh menyampaikan pidato pedas dengan menuduh Netanyahu yang hadir di majelis tersebut sebagai “pembunuh berantai perdamaian”.

“Ada 17.385 bayi di Gaza yang dibunuh oleh sistem Anda, 825 di antaranya berusia di bawah satu tahun, dan membuat 35.055 anak menjadi yatim piatu,” kata Odeh.

“Mereka semua akan menghantui Anda dan masih dalam keangkuhan Anda, Anda bertanya-tanya bagaimana Anda dituduh di ICC (Pengadilan Kriminal Internasional)? Benjamin Netanyahu, apa visi Anda?” tambahnya.

Mendengar pidato tersebut, Ketua Knesset, Amir Ohana langsung menginterupsi. Hal ini memicu reaksi keras dari anggota parlemen lain yang ikut berteriak tak setuju.

Beberapa anggota parlemen meminta Amir Ohana untuk memerintahkan Odeh turun dari podium. Sementara tiga orang lain menarik Odeh dari depan mikrofon.

Pernyataan Odeh ini muncul seiring banyak ketidakpuasan publik terhadap kebijakan Netanyahu meningkat.

Kegiatan protes mingguan sering diadakan di Tel Aviv dan berbagai kota di wilayah pendudukan Israel. Tujuannya menargetkan tindakan rezim Israel.

Netanyahu juga kerap disalahkan karena menghalangi kesepakatan gencatan senjata antara Gaza dan Israel dengan memajukan “agenda” pribadi dan politiknya.

Odeh memulai pidatonya dengan membacakan kisah Mohammed Abu al-Qumsan. Dia pengungsi berusia 32 tahun dari Gaza, Palestina.

Laki-laki itu baru menikah dua bulan sebelum peperangan pecah di Gaza sejak akhir Oktober 2023. Setelah perang, mereka terpaksa hidup mengungsi berpindah-pindah tempat.

Pada Sabtu, 10 Agustus 2024, anak kembar al-Qumsan lahir melalui operasi sesar sulit. Anak berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu bernama Aser dan Aseel. Kelahiran mereka membuatnya merasa sangat bahagia.

Tiga hari kemudian, al-Qumsan pergi ke rumah sakit untuk mengambil sertifikat kelahiran anak-anaknya. Namun saat mengirim pesan ke istrinya, dia tidak mendapat balasan.

Tetangganya lalu menelepon dengan kabar buruk. Apartemen al-Qumsan dibom dalam serangan udara Israel. Akibatnya, istri dan kedua anaknya yang baru berusia tiga hari tewas.

“Baru 10 menit berlalu sejak saya mendapatkan akta kelahiran dan sekarang saya sedang mendapatkan akta kematian mereka. Saya pingsan,” ujar Odeh, mengikuti cerita al-Qumsan.

Pidato tersebut diucapkannya di hadapan Benjamin Netanyahu. Meski begitu, perdana menteri Israel itu hanya memandangnya tanpa ekspresi.

Odeh pun menyerukan perdamaian, keamanan, dan keadilan bagi orang-orang Arab yang tinggal di wilayah pendudukan.

“Benjamin Netanyahu, selama 30 tahun kamu telah menjadi pembunuh berantai perdamaian. Apa visimu? Pembunuh berantai perdamaian,” teriak Odeh sebelum ditarik keluar dari ruang rapat parlemen.

Setelah diusir dari parlemen, Ayman Odeh merekam sisa pidato tersebut dan membagikannya melalui akun media sosial X atau Twitter miliknya, @AyOdeh.

“Benjamin Netanyahu, selama 30 tahun kamu telah menjadi pembunuh berantai perdamaian. Kamu telah mendorong semua orang ke dalam lubang kebencian dan putus asa dengan ketidakpercayaan,” tutur Odeh.

Dia menekankan, hal-hal tersebut sebagai visi seorang Netanyahu. Sebaliknya, Odeh punya visi berbeda.

Menurutnya, bangsa Arab serta Yahudi sama-sama pantas mendapatkan keadilan, keamanan, dan hidup yang baik. Warga Palestina dan Yahudi berhak menentukan nasib sendiri.

“Visi kehidupan akan menang atas visi darah yang Anda pegang, Benjamin Netanyahu,” tegas Ayman Odeh.***kps/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Tags: Ayman OdehBenjamin Netanyahupembunuh berantai
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Mobil Berstiker Edy-Hasan Tabrak Motor di Tapsel gegara Ban Pecah, 1 Tewas

Berita Berikutnya

Peneliti Sebut Kehidupan di Mars Musnah Akibat Ulah NASA

Related Posts

Dunia

Trump Kesal Netanyahu Ngoceh soal Gunung Pickaxe Iran

Rabu, 29 Juli 2026
Dunia

PBB: Sindikat Penipuan Siber Raup hingga Rp 2.054 Triliun dari Warga Asia-Pasifik

Selasa, 21 Juli 2026
Dunia

Israel Akan Kerahkan Buaya untuk Jaga Keamanan di Penjara

Senin, 20 Juli 2026
Dunia

Iran Ejek Trump yang Mau Ikut Pungut Tarif di Selat Hormuz: 20 Persen Terlalu Mahal

Selasa, 14 Juli 2026
Dunia

Ilmuan AS Hilang dan Tewas Beruntun, Kongres Curiga Ada Operasi Asing

Kamis, 23 April 2026
Dunia

Iran Ancam ‘Pelajaran Lebih Keras’ Jika AS-Israel Menyerang Lagi

Rabu, 22 April 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Advokad Bung Raja: Cara Mencegah Anak Terjerat Hukum

Rabu, 5 Agustus 2026

AS Mau Tutup Konsulat di Medan, Dianggap Tak Efisien

Selasa, 4 Agustus 2026

BI Ungkap Modal Asing Masuk Rp 195 Triliun setelah Suku Bunga Naik

Jumat, 31 Juli 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana