Senin, 7 September 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Dunia

Sakit Hati atas Insiden Sofagate Turki, Presiden Komisi Eropa: Itu Terjadi karena Saya Wanita

Selasa, 27 April 2021
kanal Dunia
47
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Brussels(MedanPunya) Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen pada Senin (26/4) mengatakan, insiden Sofagate adalah penanda Uni Eropa harus mengatasi seksisme.

Sofagate merupakan sebutan untuk peristiwa ketika von der Leyen tidak mendapat kursi saat bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, padahal kepala Dewan Eropa Charles Michel kebagian tempat duduk utama.

“Saya merasa sakit hati dan saya merasa sendirian sebagai wanita, dan sebagai orang Eropa,” kata von der Leyen kepada anggota parlemen.

Di Parlemen Eropa von der Leyen berkata, dia tidak melihat adanya alasan kenapa harus diperlakukan berbeda dengan Charles Michel.

Michel mendapat kursi di sebelah Erdogan di depan bendera Uni Eropa dan Turki, sedangkan von der Leyen duduk di sofa yang agak jauh.

“Saya wanita pertama yang menjadi Presiden Komisi Eropa. Saya adalah Presiden Komisi Eropa,” katanya jelang debat parlemen tentang hubungan Uni Eropa dan Turki.

“Dan itu adalah perlakuan yang saya harapkan ketika mengunjungi Turki dua minggu lalu, sebagai presiden komisi, tetapi saya tidak mendapatkannya.”

“Saya tidak dapat menemukan pembenaran untuk apa yang saya perlakukan dalam perjanjian Eropa.”

“Jadi saya harus menyimpulkan itu terjadi karena saya seorang wanita.”

Tak lama setelah pertemuan di Ankara awal bulan ini, beberapa pejabat Eropa menekankan bahwa Michel adalah senior Ursula von der Leyen dalam hierarki diplomatik.

Namun Presiden Komisi Eropa itu menjelaskan, dia berharap diperlakukan setara dengan sesama ketua Uni Eropa.

von der Leyen pun menerangkan, penghormatan terhadap hak-hak perempuan tidak hanya harus menjadi prasyarat untuk dimulainya kembali dialog dengan Turki, tetapi Eropa sendiri juga harus berbuat lebih baik di bidang ini.***kps/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Tags: seksismeSofagateUni EropaUrsula von der Leyen
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Di saat Ramadan OKP yang Dituding Bekingi Pengembang Bentrok dengan Warga

Berita Berikutnya

Personel Polres Samosir Wajib Berbahasa Inggris Tiap Sabtu

Related Posts

Dunia

Jarang Muncul, Keponakan Raja Charles Mendadak Terlihat Jadi Tukang Kebun

Rabu, 2 September 2026
Dunia

Trump Kesal Netanyahu Ngoceh soal Gunung Pickaxe Iran

Rabu, 29 Juli 2026
Dunia

PBB: Sindikat Penipuan Siber Raup hingga Rp 2.054 Triliun dari Warga Asia-Pasifik

Selasa, 21 Juli 2026
Dunia

Israel Akan Kerahkan Buaya untuk Jaga Keamanan di Penjara

Senin, 20 Juli 2026
Dunia

Iran Ejek Trump yang Mau Ikut Pungut Tarif di Selat Hormuz: 20 Persen Terlalu Mahal

Selasa, 14 Juli 2026
Dunia

Ilmuan AS Hilang dan Tewas Beruntun, Kongres Curiga Ada Operasi Asing

Kamis, 23 April 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Barcelona Fantastis!

Senin, 7 September 2026

RUU Perampasan Aset, Pakar Bicara Tak Rampas Harta Bukan Hasil Kejahatan

Senin, 7 September 2026

Cadangan Devisa RI Naik Jadi 146,5 Miliar Dolar AS pada Agustus 2026

Senin, 7 September 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana