Jumat, 14 Agustus 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Dunia

Stategi “Lepas Tangan” Trump, Akhiri Perang Iran dan Biarkan Selat Hormuz Tutup

Selasa, 31 Maret 2026
kanal Dunia
35
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Washington DC(MedanPunya) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan kesiapannya untuk mengakhiri kampanye militer terhadap Iran meskipun Selat Hormuz masih dalam kondisi terblokade.

Langkah ini menandai pergeseran strategi Washington yang kemungkinan besar akan membiarkan Teheran mempertahankan kendali atas jalur pelayaran vital tersebut, sembari menunda operasi pembukaan selat yang kompleks di masa mendatang.

Sejumlah pejabat pemerintah mengungkapkan, Trump dan para tangan kanannya menilai upaya untuk membuka paksa Selat Hormuz akan memakan waktu lebih lama dari timeline perang yang dia tetapkan, yakni empat hingga enam minggu.

Sebagai gantinya, Trump memutuskan bahwa prioritas utama AS saat ini adalah melumpuhkan angkatan laut dan stok rudal Iran.

Setelah target tersebut tercapai, AS berencana meredakan ketegangan militer sambil menekan Teheran secara diplomatik agar arus perdagangan kembali normal.

Jika jalur perdagangan tetap buntu, Washington akan mendesak sekutu di Eropa dan kawasan Teluk untuk mengambil alih kepemimpinan dalam operasi pembukaan selat.

“Presiden Trump akan terus melangkah maju tanpa hambatan, dan dia mengharapkan rezim Iran untuk segera membuat kesepakatan dengan pemerintah,” ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.

Leavitt menambahkan, AS sedang mengupayakan normalisasi operasional di selat tersebut, namun tidak memasukkannya ke dalam daftar tujuan militer inti yang mencakup penghancuran angkatan laut, rudal, industri pertahanan, dan kemampuan nuklir Iran.

Rencana mengakhiri perang dan membiarkan Selat Hormuz terblokade memicu kritik keras dari para pakar.

Suzanne Maloney, pakar Iran dan Wakil Presiden Brookings Institution di Washington, menyebut keputusan untuk mengakhiri operasi militer sebelum selat dibuka sebagai tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab.

“Pasar energi pada dasarnya bersifat global. Tidak ada kemungkinan bagi AS untuk mengisolasi diri dari kerusakan ekonomi yang sudah terjadi, dan ini akan menjadi jauh lebih buruk jika penutupan selat terus berlanjut,” tegas Maloney.

Dampak penutupan jalur ini pun sudah mulai terasa secara global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz.

Akibat blokade ini, harga minyak mentah AS ditutup di atas 100 dollar AS per barrel pada hari Senin untuk pertama kalinya sejak 2022.

Analis keuangan bahkan memproyeksikan harga bisa melonjak hingga 200 dollar AS per barrel.

Meski ingin segera mengakhiri perang, langkah militer Trump di lapangan menunjukkan penguatan.

Akhir pekan ini, kapal USS Tripoli dan Unit Ekspedisi Marinir ke-31 telah memasuki kawasan tersebut.

Trump juga telah memerintahkan elemen dari Divisi Lintas Udara ke-82 dan mempertimbangkan pengiriman tambahan 10.000 pasukan darat ke Timur Tengah.

Di sisi lain, Trump sempat menyebut perang ini hanya sebagai “kunjungan yang menyenangkan.”

Namun, dia juga dilaporkan tengah mempertimbangkan misi berisiko tinggi untuk menyita cadangan uranium rezim Iran.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa operasi militer di Iran untuk mencapai target AS akan selesai dalam hitungan minggu.

“Setelah itu, kita akan dihadapkan pada masalah Selat Hormuz. Pilihannya ada pada Iran, atau koalisi negara-negara dunia dan kawasan, dengan partisipasi AS, akan memastikan jalur itu terbuka dengan satu atau lain cara,” kata Rubio.

Pemerintahan Trump berkeras bahwa Selat Hormuz lebih krusial bagi Eropa, Timur Tengah, dan Asia dibandingkan bagi kebutuhan energi Amerika sendiri.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyarankan bahwa ke depannya, Washington atau kelompok multilateral dapat melakukan pengawalan terhadap kapal-kapal tanker.

“Pasar saat ini tersuplai dengan baik, dan kita melihat semakin banyak kapal yang melintas setiap harinya karena negara-negara tertentu melakukan kesepakatan sementara dengan rezim Iran,” ujar Bessent.

Sejauh ini, hampir 40 negara, termasuk Inggris, Perancis, dan Kanada, telah menyatakan kesiapan mereka untuk berkontribusi dalam upaya memastikan jalur aman melalui selat tersebut.

Rich Goldberg, mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional Trump, menilai bahwa fokus pada Selat Hormuz baru akan efektif setelah aset militer Iran hancur.

“Setelah Anda mencapai tujuan strategis tersebut, fokus akan beralih ke Selat Hormuz karena Anda telah merusak ancaman eksternal mereka dan dapat merealokasi sumber daya militer untuk misi itu,” tutupnya.***kps/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Tags: Donald TrumpIranSelat Hormuz
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Eks Pejabat Bank yang Larikan Uang Jemaat Gereja Rp 28 M di Aek Nabara Ditangkap

Berita Berikutnya

Konflik Timur Tengah Semakin Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak

Related Posts

Dunia

Trump Kesal Netanyahu Ngoceh soal Gunung Pickaxe Iran

Rabu, 29 Juli 2026
Dunia

PBB: Sindikat Penipuan Siber Raup hingga Rp 2.054 Triliun dari Warga Asia-Pasifik

Selasa, 21 Juli 2026
Dunia

Israel Akan Kerahkan Buaya untuk Jaga Keamanan di Penjara

Senin, 20 Juli 2026
Dunia

Iran Ejek Trump yang Mau Ikut Pungut Tarif di Selat Hormuz: 20 Persen Terlalu Mahal

Selasa, 14 Juli 2026
Dunia

Ilmuan AS Hilang dan Tewas Beruntun, Kongres Curiga Ada Operasi Asing

Kamis, 23 April 2026
Dunia

Iran Ancam ‘Pelajaran Lebih Keras’ Jika AS-Israel Menyerang Lagi

Rabu, 22 April 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Advokad Bung Raja: Cara Mencegah Anak Terjerat Hukum

Rabu, 5 Agustus 2026

AS Mau Tutup Konsulat di Medan, Dianggap Tak Efisien

Selasa, 4 Agustus 2026

BI Ungkap Modal Asing Masuk Rp 195 Triliun setelah Suku Bunga Naik

Jumat, 31 Juli 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana