Jumat, 15 Mei 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Dunia

Untuk Pertama Kalinya, Paus Fransiskus Sebut Uighur di China Dipersekusi

Selasa, 24 November 2020
kanal Dunia
94
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Vatican City(MedanPunya) Untuk pertama kalinya, Paus Fransiskus menyatakan bahwa Muslim Uighur yang berada di China mengalami persekusi. Sesuatu yang sudah ditekankan kepadanya oleh aktivis HAM.

Dalam buku berjudul Let Us Dream: the Path to a Better Future, Paus menyatakan bahwa dia memikirkan sejumlah kelompok yang mendapat perlakuan tidak adil.

“Saya sering memikirkan warga yang dipersekusi: etnis Rohingya, Uighur yang malang, Yazidi…” kata dia seraya mengomentari umat beragama lain yang mendapat persekusi.

Paus Fransiskus sudah pernah menyebut etnis Rohingya yang mengungsi dari Rakhine di Myanmar, atau pembunuhan Yazidi yang dilakukan ISIS di Irak.

Tetapi, ini pertama kalinya Paus berusia 83 tahun menyebutkan tentang Uighur.

Pemuka agama, aktivis HAM, hingga negara lain menyoroti dugaan genosida dan pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan China terhadap Muslim Uighur.

Diyakini terdapat setidaknya satu juta warga Uighur dan etnis minoritas lainnya yang dipenjara dalam kamp-kamp di Region Xinjiang.

Beijing sudah berulang kali menyanggah tudingan itu, di mana mereka mengecam tuduhan tersebut hanyalah upaya mendiskreditkan mereka.

“Negeri Panda” menekankan bahwa kamp yang ada di Xinjiang adalah pusat pelatihan dan pendidikan vokasi, bertujuan membersihkan warga dari bibit radikalisme.

Banyak pengamat menilai Vatikan enggan mengomentarinya karena mereka dalam proses memperbarui lagi perjanjian kontroversial dengan China.

Perjanjian yang dikomentari Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, di mana dia meminta Vatikan meninggalkannya, diperbarui September lalu.***kps/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Tags: ChinaPaus FransiskusUighur
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Si Mulyani: Jumlah Pengangguran Bertambah 2,7 Juta

Berita Berikutnya

Spanduk ‘Siap Kawal Habib Rizieq’ Dicopot, HMI Sumut: Harusnya yang Lain Juga

Related Posts

Dunia

Ilmuan AS Hilang dan Tewas Beruntun, Kongres Curiga Ada Operasi Asing

Kamis, 23 April 2026
Dunia

Iran Ancam ‘Pelajaran Lebih Keras’ Jika AS-Israel Menyerang Lagi

Rabu, 22 April 2026
Dunia

Pertama Kali, Israel Rilis Peta Lebanon Selatan di Bawah Kendalinya

Senin, 20 April 2026
Dunia

NATO Tak Mau Bantu AS Blokade Hormuz, Ogah Terseret Konflik

Selasa, 14 April 2026
Dunia

Netanyahu Akan Diadili Pekan Ini, Sempat Tertunda Imbas Perang Iran

Jumat, 10 April 2026
Dunia

Stategi “Lepas Tangan” Trump, Akhiri Perang Iran dan Biarkan Selat Hormuz Tutup

Selasa, 31 Maret 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Ilmuan AS Hilang dan Tewas Beruntun, Kongres Curiga Ada Operasi Asing

Kamis, 23 April 2026

Utusan Trump Berupaya agar Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Kamis, 23 April 2026

Iran Ancam ‘Pelajaran Lebih Keras’ Jika AS-Israel Menyerang Lagi

Rabu, 22 April 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana