Selasa, 20 Januari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

RI Butuh 5,3 Ton CPO buat Solar Sawit 50% Pada 2026

Selasa, 22 Oktober 2024
kanal Ekonomi
10
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Jakarta(MedanPunya) Kementerian Pertanian memperkirakan, Indonesia membutuhkan 5,3 juta ton Crude Palm Oil (CPO) untuk merealisasikan bahan bakar minyak (BBM) solar campur sawit atau biodiesel 50% (B50). Ditargetkan, produksinya siap dilakukan pada 2026.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Indonesia saat ini telah mencapai bahan bakar B35%. Untuk melompat ke B50, dibutuhkan CPO sebanyak 5,3 juta.

“Untuk mencapai B35, lompat ke B50, kami butuh 5,3 juta ton (CPO). Kita proses tahun depan, mudah-mudahan paling lambat 2026 selesai (siap produksi),” kata Amran, Selasa (22/10).

Sebelum B50, pemerintah RI juga tengah penyiapan untuk B40. Amran memastikan B40 sudah bisa diterapkan pada Januari 2025. Meski begitu, persiapan untuk B50 paralel dilakukan dengan penyiapan B40.

“Biodiesel B50 kita sudah rancang, Januari B40 sudah jalan. Kita rancang dulu B50 karena bahannya cukup,” ujarnya.

Amran juga memastikan, persediaan CPO Ri masih mencukupi. Adapun RI sendiri punya kuota ekspor CPO mencapai 26 juta ton. Menurutnya, sebagian dari porsi tersebut bisa dimanfaatkan untuk B50 ini.

“CPO kita produksinya 46 juta ton. Sekarang dalam negeri kita pakai 20 juta ton, kita ekspor 26 juta ton. Kalau kita mengambil 5,3 juta ton, berarti nggak ada masalah kan? Karena kita ekspor 26 juta ton. Kita kurangi sesuai kebutuhan dalam negeri, kita prioritaskan dalam negeri,” kata dia.

Begitu pula dengan pabrik pengolahannya, ia juga memastikan kesiapannya. Pekerjaan rumah (PR) berikutnya ialah untuk meningkatkan kapasitasnya.

“Sekarang sudah mulai 2025 Januari, itu (produksi) B40. Mudah-mudahan bisa lebih cepat, kapasitas pabrik sudah cukup untuk B50,” ujar Amran.***dtc/mpc/bs

Berikan Komentar:
Tags: BBM solarCPOsawit
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Belum Genap Semusim, Zirkzee Dikabarkan Ingin Tinggalkan MU

Berita Berikutnya

Bentrok Diduga gegara Lahan, 2 Orang Tewas

Related Posts

Ekonomi

Beras Bakal Dibikin Satu Harga seperti BBM!

Senin, 12 Januari 2026
Ekonomi

Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Inflasi Sepanjang 2025

Rabu, 7 Januari 2026
Ekonomi

Pecah Rekor! Neraca Dagang RI Surplus 67 Bulan Beruntun, Capai US$ 2,66 M

Senin, 5 Januari 2026
Ekonomi

RI Stop Impor Beras Tahun Depan

Selasa, 30 Desember 2025
Ekonomi

Utang Luar Negeri RI Turun Jadi Rp 7.059 Triliun

Senin, 15 Desember 2025
Ekonomi

Nunggak Pajak Rp 33,9 M, 107 Rekening Diblokir DJP!

Jumat, 5 Desember 2025

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Real Madrid Tetap Buru Pelatih Baru Usai Debut Pahit Alvaro Arbeola

Senin, 19 Januari 2026

5 Kali Begal Warga, 2 Anggota Geng Motor Bersajam Ditangkap

Senin, 19 Januari 2026

Bukan Cuma Greenland, Trump Kini Incar “Keamanan” di Kanada

Senin, 19 Januari 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana