Ukraina Umumkan Darurat Nasional, Harga Minyak Dunia Naik

New York(MedanPunya) Harga minyak mentah dunia menguat pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), seiring dengan meningkatnya ketegangan di Ukraina. Saat ini Ukraina telah mengumumkan keadaan darurat nasional.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 19 sen dollar AS menjadi 92,10 dollar AS per barrel. Sementara harga minyak mentah berjangka Brent naik 1,48 dollar AS menjadi 98,32 dollar AS per barrel.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengirim pasukan militer ke wilayah timur Ukraina, usai dirinya menandatangani dekrit yang mengakui kemerdekaan dua wilayah di Ukraina timur yaitu Luhansk dan Donetsk, yang memang sudah sejak lama didukung Rusia.

Kondisi tersebut pada akhirnya membuat Ukraina menetapkan kondisi darurat nasional dan meminta warganya yang ada di Rusia untuk melarikan diri. Sementara Amerika Serikat (AS) dan sekutunya akan mengenakan sanksi baru terhadap Rusia karena keputusan Putin tersebut.

Para pelaku pasar pun khawatir bahwa sanksi yang dijatuhkan oleh negara-negara Barat terhadap Rusia dapat mempengaruhi pasokan energi. Rusia adalah salah satu produsen minyak terbesar di dunia dan merupakan pengekspor utama gas alam ke Eropa.

Namun AS menyatakan sanksi yang disetujui dan sanksi yang mungkin dikenakan tidak akan menargetkan aliran minyak dan gas. Tetapi analis memproyeksi tren kenaikan harga minyak akan berlanjut seiring dengan adanya krisis antara Rusia-Ukraina.

“Ada risiko bahwa Rusia akan membalas sanksi dengan mengurangi pengiriman (minyak) atas kemauannya sendiri,” ujar Analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

Di sisi lain, pergerakan harga minyak dunia turut dipengaruhi kemungkinan adanya tambahan pasokan dari Iran menyusul perundingan nuklir yang belakangan ini dibahas. Perundingan itu dapat mengarah pada pemberian keringanan sanksi atas produksi minyak Iran.

Saat ini Iran sudah memindahkan lebih banyak minyak ke kapal untuk mempercepat ekspor jika kesepakatan terkait nuklir rampung. Analis sendiri memperkirakan ada kemungkinan minyak Iran kembali ke pasar dalam waktu dekat untuk mengatasi ketatnya pasokan minyak dunia.

“Jika kesepakatan AS-Iran tercapai, itu akan mengurangi beberapa tekanan, tetapi tidak cukup untuk menghentikan harga minyak yang beringsut menuju ke tiga digit (100 dollar AS per barrel),” kata Pratibha Thaker dari Economist Intelligence Unit.***kps/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version