Jumat, 25 September 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Metro

6 Fakta Persekongkolan Operator SPBU-Pembeli Timbun BBM Subsidi saat Langka

Selasa, 9 Desember 2025
kanal Metro
33
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Medan(MedanPunya) Tim Pidsus Satreskrim Polrestabes Medan menangkap lima orang terkait penimbunan dan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Jahatnya, para pelaku juga beraksi di saat masyarakat Kota Medan dan wilayah lainnya kesulitan mendapatkan BBM karena bencana banjir dan longsor yang terjadi.

Tak hanya menimbun BBM, para pelaku juga menaikkan harga BBM untuk mendapatkan keuntungan. Untuk mendapatkan BBM dalam jumlah banyak, para pelaku bekerjasama dengan pihak SPBU.

Lalu, seperti apa kasus tersebut? Berikut enam faktanya:

1. 5 Orang Ditangkap

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro Wijayanto mengatakan ada lima orang yang diamankan oleh pihaknya sejauh ini.

“Ada pihak-pihak terkait lainnya yang memanfaatkan momentum di tengah bencana ini untuk memperoleh keuntungan, yaitu dengan mengambil BBM tanpa hak atau tanpa seizin Pertamina, mengambil BBM bersubsidi Pertalite, sehingga dijual dengan harga yang di atas harga rata-rata. Untuk saat ini yang telah kita amankan ada lima orang,” kata Bayu.

2. Dua Pelaku Operator SPBU

Bayu memerinci para pelaku beraksi di dua SPBU, yakni di SPBU di Pasar 10 Kecamatan Percut Sei Tuan dan SPBU di Sei Kera Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan. Adapun kelima pelaku terdiri dari dua operator di masing-masing SPBU dengan inisial AH (18) dan MHN (56).

Sementara itu, ada juga pelaku M (47) yang membeli BBM bersubsidi dengan menggunakan mobil pikap yang telah dimodifikasi, SY (43) membeli dengan menggunakan becak dan seorang pelaku lagi yang merupakan penjual BBM eceran.

“Ada dua operator (SPBU), masing-masing dari becak bentor maupun dari mobil. Dari masing-masing SPBU satu operator, kemudian pembeli kita kenakan juga,” jelasnya.

3. Modus Modifikasi Kendaraan

Perwira menengah polri itu menjelaskan bahwa pelaku melancarkan aksinya dengan memodifikasi kendaraan miliknya. Di bagian belakang mobil tersebut telah disiapkan jeriken-jeriken.

Nantinya, saat proses pengisian BBM bersubsidi di SPBU, BBM yang dari tangki akan disedot menggunakan pompa ke dalam jeriken.

“Setelah dilakukan pengisian oleh operator, Pertalite tersebut dipindahkan dengan pompa ke jeriken yang berada di kursi penumpang belakang, sebanyak empat jeriken. Setelah kita ukur, setelah kita cek, ada sekitar 140 liter,” kata Bayu.

4. Operator SPBU Curi Barcode Pengendara Lain

Untuk mendapatkan BBM dengan jumlah banyak ini, pelaku bekerja sama dengan operator SPBU. Dalam hal ini, operator SPBU menggunakan barcode pengisian BBM bersubsidi milik pengendara lain yang telah lebih dulu difotonya dan digunakannya untuk pengambilan minyak para pelaku.

Pelaku AH bahkan mengaku memiliki 10 stok barcode yang akan digunakannya untuk menyalahgunakan BBM bersubsidi itu.

Alhasil, para pelaku yang harusnya menggunakan barcode untuk membeli BBM bersubsidi di SPBU itu, tidak perlu lagi menunjukkan barcode miliknya karena sudah menggunakan barcode yang disiapkan operator. Dengan begitu, pelaku bisa menggunakan barcode miliknya untuk membeli BBM bersubsidi di SPBU lain.

“Pada saat di SPBU yang seharusnya dia menunjukkan barcode, dengan dia kerja sama dengan operator, tanpa memiliki barcode, si pembeli ini bisa mendapatkan Pertalite karena si operator ini sudah menyimpan di dalam suatu alat. Di mana barcode itu milik orang lain,” jelas Bayu.

5. Harga BBM Bersubsidi Dinaikkan

Setelah mendapatkan BBM bersubsidi dengan jumlah banyak, pelaku membawanya pulang dan mengisinya ke pertamini miliknya. Harga pertalite yang seharusnya dijual Rp 10 ribu per liter, dinaikkan pelaku menjadi Rp 12 ribu per liter. Selain itu, operator SPBU itu juga mendapatkan upah mulai dari Rp 5-10 ribu setiap pengisian.

“Kemudian dia didistribusikan sendiri dengan Pertamina miliknya yang berada di rumahnya. Keuntungan per liternya sekira Rp 2.000. Namun, dari situ pun dari operator ini mendapatkan keuntungan satu kali pengisian antara Rp 5.000 sampai dengan Rp 10.000,” ungkap Bayu.

6. Sudah Beraksi 1-4 Tahun

Bayu menjelaskan bahwa para pembeli ini telah menjalankan aksinya dengan jangka waktu yang bervariasi mulai dari 1-4 tahun. Sementara pelaku AH mengaku baru melakukan aksi itu sekitar 4 bulan. Jahatnya, para pelaku juga melakukan aksinya saat beberapa wilayah di Sumut tengah kesulitan BBM karena bencana yang terjadi.

“Kami tidak akan berhenti kepada pelaku-pelaku yang memodifikasi mobil niaga menjadi mobil angkutan BBM bersubsidi. Kita akan menindaklanjuti, ini baru permulaan. SPBU diminta menjaga ketertiban, menolak pengisian tidak wajar, dan segera melapor jika ada temuan atau indikasi-indikasi pelanggaran tersebut. Masyarakat diharapkan ikut mengawasi dan melaporkan melalui layanan 110,” pungkasnya.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Tags: BBM bersubsidipenimbunanPolrestabes Medan
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Pungli Korban Bencana Rp 800 Ribu, 2 Pegawai RSUD di Sibolga Dipecat

Berita Berikutnya

BPBD Update Korban Banjir-Longsor di Sumut: 343 Tewas dan 98 Hilang

Related Posts

Metro

Viral Kutip Tarif Parkir Melebihi Aturan, Jukir di Medan Dipecat

Selasa, 22 September 2026
Metro

Polisi Bongkar Sindikat Pencuri Motor Antarprovinsi di Medan, 71 Kali Beraksi

Selasa, 22 September 2026
Metro

Mahasiswa Unimed Ditikam 3 Kali, Berawal Saling Tatap saat Beli Makanan

Selasa, 22 September 2026
Metro

Akademis USU Soroti Tata Kelola MBG Usai Kasus Keracunan di Karo

Selasa, 15 September 2026
Metro

Kecelakaan Truk Vs Pikap Di Pancur Batu, 5 Rumah Warga Rusak-1 Orang Tewas

Jumat, 4 September 2026
Metro

Viral Debt Collector Diduga Bersenpi Rampas Motor Ojol di Medan, Polisi: Pistol Mainan

Kamis, 3 September 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Simpati Robertson untuk Pemain-pemain Liverpool Musim Lalu

Rabu, 23 September 2026

AS Resmi Larang Seluruh Maskapai Iran Beroperasi

Rabu, 23 September 2026

Viral Kutip Tarif Parkir Melebihi Aturan, Jukir di Medan Dipecat

Selasa, 22 September 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana