Baru Menjabat, Bobby Nasution Langsung Eksekusi Masalah Insentif Nakes yang Tertunda

Medan(MedanPunya) Wali Kota Medan M Bobby Afif Nasution memastikan insentif tenaga kesehatan di bawah naungan Pemerintah Kota Medan akan dicairkan pada minggu ini.

Insentif tersebut sebelumnya tertunda selama kurang lebih sembilan bulan sejak Juni 2020 lalu.

Puluhan tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Pirngadi pun sempat melakukan unjuk rasa menuntut pembayaran insentif mereka.

Serta mengajukan laporan ke Ombudsman RI perwakilan Sumatra Utara.

“Untuk insentif kita pastikan akan cair pada minggu ini,” ujar Bobby saat ditemui usai rapat koordinasi bersama jajaran Pemko Medan di Hotel Santika Medan, Rabu (3/3).

Meskipun akan dicairkan pekan ini, Bobby mengatakan anggaran yang akan dicairkan belum bisa memenuhi seluruh insentif yang tertunggak.

Namun akan dilakukan pemerataan antara tenaga medis yang bekerja di Puskesmas dengan tenaga medis di Rumah Sakit Pirngadi.

“Itukan besarannya tentatif, dan dananya tiap bulan berbeda. Jadi kita lakukan pemerataan untuk nakes yang di Puskesmas itu insentif nya akan dibayarkan dua bulan dari bulan terakhir menerima insentif, dan untuk nakes RS Pirngadi tiga bulan dari terakhir kali menerima insentif,” tuturnya.

Sementara itu, Bobby mengatakan pembayaran insentif akan dilakukan bertahap. Sehingga insentif yang belum bisa dibayarkan akan menunggu dana cair dari Kementerian Kesehatan.

“Tentu bertahap ya, karena ini kan dananya dari pemerintah pusat. Untuk pekan ini yang kita pastikan itu dulu, tenaga kesehatan Puskesmas dua bulan, dan RS Pirngadi 3 bulan,” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Medan Rajudin Sagala mengatakan Pemerintah Kota Medan harus menjamin insentif para tenaga kesehatan Covid-19 dibayarkan.

Hal ini, terang Rajudin dikarenakan para tenaga kesehatan tersebut sudah bertugas dengan segala resiko yang ada untuk menangani virus yang masih menjadi perhatian dunia.

“Harusnya Pemko Medan mengambil perannya yakni menjamin para tenaga kesehatan mendapatkan insentif sebagaimana mestinya. Karena mereka sudah rela berjuang menangani virus dan tidak semua orang mau melakukannya,” ujar Rajudin

Dikatakannya, permasalahan terlambatnya insentif tenaga kesehatan Covid-19 tersebut dikarenakan adanya kesalahan dan kelalaian pihak Rumah Sakit Pirngadi dan juga Pemerintah Kota Medan.

“Dananya sudah dikirim pusat ke Pemko, dan tidak dicairkan kan karena ada yang salah. Berkasnya belum lengkap dan tidak diusahakan mekanisme nya supaya bisa cair. Kalau bisa jangan seperti itu lagi, karena ini menyangkut kepentingan orang banyak,” katanya.

Ia berharap pemerintah Kota Medan dapat segera mencairkan insentif tenaga kesehatan Covid-19 dan untuk ke depannya menjamin dana insentif tersebut dibayar tepat waktu.

“Kita minta pembayaran nya dilakukan segera, dan untuk ke depannya jangan ada lagi keterlambatan. Kalau sudah turun dananya dari pusat, harus segera dibayarkan,” tuturnya.***trb/mpc/bs

 

 

 

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version