Korban Tolak Permintaan Damai Ketua PAN Sumut: Tak Ada Itikad Baik dari Awal

Medan(MedanPunya) Riduwan Putra Saleh menolak berdamai dengan Ketua DPW PAN Sumatera Utara (Sumut) Ahmad Fauzan Daulay yang telah menganiayanya. Ia menilai Fauzan tidak punya itikad baik di awal kejadian.

Dia bercerita bahwa Fauzan dkk menghubunginya dan keluarga, setelah ditetapkan oleh Polres Padang Sidempuan sebagai tersangka. Fauzan sendiri ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan bersama tiga orang lainnya yang merupakan anggotanya di organisasi pencak silat.

“Ahmad Fauzan dan kawan-kawannya baru berusaha menghubungi ketika penetapan tersangka telah disampaikan pihak kepolisian,” ujarnya, Selasa (11/4).

Riduwan mengaku mendapat informasi bahwa Ahmad Fauzan ditetapkan sebagai tersangka setelah Polres Padang Sidimpuan menyampaikan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SPH2HP) kepada dirinya. Ia mengaku kepolisian sempat berusaha untuk memediasi keduanya, namun Riduwan enggan datang karena mengaku trauma.

“Kebetulan saya tidak hadir karena masih takut dan trauma, juga karena ada kegiatan yang sudah lama diagendakan,” ucapnya.

Kemudian Riduwan menjelaskan bahwa ada pertemuan dengan pengurus pusat organisasi pencak silat di Yogyakarta pada Sabtu (4/3) yang lalu. Saat itu, Fauzan menyampaikan hal yang tidak sesuai fakta dan memojokkan dirinya kepada pimpinan pusat Tapak Suci.

Mendapat informasi itu, Riduwan mengaku berangkat ke Yogyakarta untuk bertemu pengurus pusat Tapak Suci saat itu. Namun, bukan perdamaian, malah Ahmad Fauzan cs menyudutkan dirinya kembali.

“Saya datang ke Yogyakarta, mereka tidak tahu saya datang, sampai di sana tidak ada salaman, tidak ada pembicaraan dari hati ke hati, di forum terbuka itu, saya semakin disudutkan,” ucapnya.

Sehingga dia menegaskan, tidak lagi mempertimbangkan untuk berdamai dengan Fauzan. Karena ia menilai sejak awal, Fauzan tidak merasa bersalah.

“Sejak saya melaporkan ke polisi, tidak ada komunikasi dari para pihak terduga pelaku, Artinya tidak merasa bersalah,” tegasnya.

“Dari awal emang tidak ada ‘itikad untuk berdamai secara kekeluargaan, saya dan keluarga besar sudah memberi ruang untuk menunggu hal tersebut, tapi di awal-awal kejadian tidak ada usaha ke sana (damai),” kata Riduwan.

Sebelumnya, Ketua DPW PAN Sumatera Utara itu mengaku masih terus berupaya untuk berdamai dengan korban. Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

“Kita masih terus berupaya untuk damai, menyelesaikan melalui kekeluargaan,” katanya, Senin (10/4).

“Iya bertemu dengan keluarga maupun melalui rekan-rekannya,” imbuhnya.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version