Jumat, 27 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Metro

LPPM Unimed Sukses Berdayakan Petani di Pakpak Bharat Ciptakan Pupuk Organik dari Limbah Pangkal Jagung

Senin, 12 Agustus 2024
kanal Metro
73
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Medan(MedanPunya) Salah satu upaya peningkatkan kesejahteraan petani di Desa Surung Mersada, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat, Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (Unimed) melaksanakan pemberdayakan masyarakat melalui program Pengabdian Masyarakat yang didanai oleh Hibah DRTPM Kemdikbudristek tahun 2024.

Kegiatan ini berupa sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah pangkal jagung kepada para petani di desa tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 10/08/2024 ini diawali dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Bapak Moyang Kelleng Kabeakan.

“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif Unimed yang merupakan satu keberuntungan kepada masyarakat Desa Surung Mersada. Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, para petani secara bergotong royong dapat membuat pupuk organik sendiri dan hasil pertanian dapat ditingkatkan serta pendapatan petani pun turut terbantu. Kami berharap program-program sejenis lainnya dari Unimed dapat terus dilanjutkan, sehingga memberikan manfaat bagi generasi sekarang dan di masa mendatang,” ujar Kabeakan.

Selanjutnya, Prof. Dr. Sri Adelila Sari selaku ketua pelaksana dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan yang dilaksanakan.

“Pembuatan pupuk organik dari limbah pangkal jagung ini sangatlah penting karena tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan hidup. Pupuk organik yang dibuat ini bertujuan semaksimal mungkin dalam mengurangi penggunaan pupuk berbahan kimia, sehingga tanah menjadi lebih sehat dan hasil tanaman juga bebas dari bahan kimia beracun,” sambungnya.

Beliau juga menambahkan bahwa program serupa sebelumnya telah berhasil dilakukan di desa lain di Kota Medan.

“Hasilnya sangat menggembirakan, dalam waktu lima minggu setelah pupuk diaplikasikan, tanaman jagung tumbuh subur dan sehat. Ini membuktikan bahwa produksi pupuk organik sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Produksi tanaman yang menggunakan pupuk organik juga berdampak positif bagi kesehatan hewan ternak. Jika kita memberi makan hasil pertanian yang ditanam dengan dengan pupuk organik kepada ternak, maka dagingnya akan lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi oleh manusia. Selain itu, pupuk organik juga lebih ekonomis karena harganya jauh lebih murah dibandingkan pupuk kimia,” tambahnya.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kolaborasi antara berbagai bidang ilmu yang berbeda.

Tim dosen, yang terdiri dari Prof. Dr. Sri Adelila Sari, S.Pd., M.Si. (kimia), Drs. Puji Prastowo, M.Si. (biologi) dan Dr. Muslim, S.T., M.Pd. (teknik mesin), bersama lima mahasiswa Jurusan Kimia FMIPA UNIMED, yaitu Feri Yuni Asiyah Kabeakan, Sekar Renjana Veda, Rosa Nadya Evelyn Sitorus, Hanisah Hasibuan, dan Lia Mardiana Nasution telah berhasil mengimplementasikan konsep merdeka belajar dalam kegiatan ini.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya, yaitu Ameilia Zuliyanti Siregar, M.Sc., Ph.D dari Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU).

Beliau memberikan pengetahuan kepada petani tentang proses pembuatan pupuk organik.

“Pupuk organik itu beragam, ada pupuk kandang, kompos, dan pupuk hijau yang salah satunya dapat dibuat dari limbah pangkal jagung. Kunci keberhasilannya terletak pada rasio karbon dan nitrogen, keberadaan mikroorganisme, dan suhu serta faktor lainnya,” jelas Ameilia.

Masyarakat petani sangat antusias dan cerdas dalam mengikuti serangkaian kegiatan ini dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi pada sesi sosialisasi dan pelatihan.

Salah seorang petani bertanya tentang prosedur pengolahan dan jenis tanaman yang cocok menggunakan pupuk ini.

Ameilia menjelaskan bahwa pupuk organik ini tidak hanya untuk tanaman jagung, tetapi dapat dimanfaatkan untuk tanaman lain seperti sayuran, cabe, tomat, dan lainnya. Proses pembuatannya pun relatif sederhana.

Ameilia menjelaskan bahwa pupuk organik ini tidak hanya untuk tanaman jagung, tetapi dapat dimanfaatkan untuk tanaman lain seperti sayuran, cabe, tomat, dan lainnya. Proses pembuatannya pun relatif sederhana.

Kegiatan berakhir dengan serah terima alat Teknologi Tepat Guna (TTG) mesin pencacah pangkal jagung dan jerami kepada Kepala Desa Surung Mersada yang mewakili seluruh masyarakat petani di desa tersebut.***rel/mpc/bs

Berikan Komentar:
Tags: LPPM UNIMEDUnimed
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Makin Panas! AS Kerahkan Kapal Selam Berpeluru Kendali ke Timur Tengah

Berita Berikutnya

Kutukan Community Shield Menanti Manchester City di Liga Inggris

Related Posts

Metro

Pernyataan FKUB dan Majelis Ulama soal SE Penjualan Daging Nonhalal di Medan

Rabu, 25 Februari 2026
Metro

Car Free Day di Sekitar Lapangan Merdeka Medan Ditiadakan Selama Ramadan

Senin, 23 Februari 2026
Metro

Terekam CCTV, Komplotan Remaja Bersajam Begal Petani di Jalan Jermal Raya

Senin, 23 Februari 2026
Metro

Maling Motor Beraksi di Marelan, Pelaku Gunakan Mobil dan Bongkar Gerbang Rumah Korban

Jumat, 20 Februari 2026
Metro

Pencuri Motor Kepsek Ditangkap, Korban Lupa Cabut Kunci saat Ngobrol

Jumat, 20 Februari 2026
Metro

DPRD Kritik Dishub Medan, Minta Seluruh Jukir Diberikan Atribut Lengkap

Jumat, 13 Februari 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Kim Jong Un Ternyata Mau Akrab dengan AS, tetapi Tetap Tolak Korsel

Kamis, 26 Februari 2026

Pecatan Personel Ditresnarkoba Polda Sumut Jual 1 Kg Sabu Dituntut 17 Tahun Bui

Rabu, 25 Februari 2026

Pernyataan FKUB dan Majelis Ulama soal SE Penjualan Daging Nonhalal di Medan

Rabu, 25 Februari 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana