Menakar Peluang Pertarungan Duo Nasution di Pilkada Medan

Medan(MedanPunya) Suasana politik di Kota Medan mulai bergeliat jelang Pilkada 2020. Arah dukungan dari partai politik yang memiliki kursi di DPRD Medan ke para bakal calon wali kota mulai terlihat. Akankah ada pertarungan antara ‘pemain lama’ vs ‘pendatang baru’ di Pilkada Medan?

Setelah pemerintah memutuskan bakal menggelar Pilkada serentak pada 9 Desember 2020, setidaknya ada dua nama bakak cawalkot Medan yang terlihat bergerak ke sana ke mari mencari dukungan. Nama pertama adalah Akhyar Nasution yang merupakan Plt Wali Kota Medan dan nama kedua adalah pengusaha sekaligus menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution.

Menguatnya dua nama dalam bursa cawalkot Medan inilah yang dinilai bisa memunculkan pertarungan ‘pemain lama’ vs ‘pendatang baru’. Akademisi dari Departemen Ilmu Politik FISIP USU, Indra Fauzan PhD, menjelaskan soal peluang duo Nasution yang juga kader PDIP itu saling berhadapan di Pilkada Medan.

“Kalau kita lihat tagline Akhyar, dia kan orang birokrat lama. Sementara Bobby penantang baru, anak muda, punya potensi, kalau kita lihat mencoba mengungkap dengan tagline kolaborasi, khas anak muda berusaha merangkul semua kalangan. Tinggal masyarakat medan melihat seperti apa, apakah dengan anak muda yang mungkin punya harapan baru ke depan, atau dengan istilahnya punya perjalanan panjang dalam birokrasi,” kata Indra, Rabu (15/7).

Sebagai informasi, Akhyar telah mendapat dukungan dari Demokrat untuk maju di Pilkada Medan. Akhyar juga telah bertemu PKS dan mengatakan ada kemungkinan bakal sejalan di Pilkada Medan. Jika koalisi PKS-Demokrat yang berjumlah 11 kursi benar terwujud, maka Akhyar bisa maju sebagai cawalkot Medan.

Sementara itu, Bobby sejauh ini telah mendapat dukungan dari Golkar dan NasDem. Kedua partai ini memiliki masing-masing empat kursi di DPRD. Bobby juga telah bertemu dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan hingga Ketum Gerindra Prabowo Subianto terkait Pilkada Medan. Selain itu, menantu Jokowi ini masih menantikan pengumuman PDIP soal siapa cawalkot yang diusung pada Pilkada Medan.

Kembali ke Indra. Jika benar terjadi, kata Indra, pertarungan antara Akhyar dan Bobby ini bakal dinamis mengingat perbedaan latar belakang keduanya. Program yang ditawarkan keduanya dinilai bakal menjadi sorotan utama dalam Pilkada Medan.

“Kita berharap pemimpin ini, anak muda dan orang tua ini dinamis penuh dengan ide-ide yang segar untuk maju ke depan. Misalnya anak-anak muda di Medan ini percaya nggak dengan anak muda atau mereka lebih percaya dengan orang tua yang dianggap lebih punya pengalaman dan track record. Tapi kita harus melihat bahwa, ini tidak hanya pertarungan orang muda dengan yang berpengalaman, tapi juga bagaimana kedua orang ini punya program apa sih?” ucap Indra.

Untuk Bobby, kata Indra, warga Medan bakal menyoroti program kolaborasi yang selama ini digaungkan oleh suami Kahiyang Ayu tersebut. Sementara bagi Akhyar, warga Medan dinilai bakal melihat apa yang sudah dilakukannya selama menjadi Wakil Wali Kota hingga Plt Wali Kota Medan.

“Misalnya kalau kita lihat program kolaborasi, apa sih program kolaborasi yang ditawarkan oleh Bobby Nasution. Atau Akhyar ketika di dalam ini, apasih yang dia tawarkan untuk 5 tahun ke depan berdasarkan 5 tahun perjalanan sebelumnya. Jadi masyarakat bisa menilai hal-hal yang lebih positif,” ujarnya.

Dia mengatakan salah satu yang menjadi sorotan adalah masalah korupsi yang sudah membuat tiga Wali Kota Medan masuk bui. Bobby dan Akhyar dinilai harus menunjukkan program ‘bersih-bersih’ sebagai salah satu cara memikat hati warga Medan.

“Ini ada anak muda, menawarkan dirinya menjadi pemimpin dengan tagline kolaborasinya, kemudian dia juga punya visi yang apa yang berkaitan dengan kota Medan. Ini ada Akhyar Nasution yang sudah menjabat 5 tahun lalu dan sekarang mau maju lagi mungkin menawarkan program-program baru yang berbeda. Karena bagaimanapun warga Medan berharap pada sosok yang bersih, jangan lagi sudah hattrick malah quattrick jadinya. Kita harus berkaca dari itu, jangan sampai nanti malah ketika kita memilih pemimpin ini nggak beda jauh dengan sebelumnya,” tutur Indra.***dtc/mpc/bs

Berikan Komentar:
Exit mobile version