Pegawai RSJ Prof Ildrem Tantang Duel Wartawan, Wahyu Kaban: Mau Besar-besarkan Lah

Medan(MedanPunya) Pegawai Rumah Sakit Jiwa Prof Ildrem bertindak arogan tantang duel wartawan.

Pegawai bernama Wahyu Kaban itu bahkan merampas alat kerja awak media yang diundang peliputan vaksinasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Mulanya, awak media bersiap-siap untuk pulang, dan mengambil gambar pendukung suasana gedung RSJ Prof Ildrem.

Tiba-tiba saja Wahyu Kaban datang menarik lengan fotografer Tribun Medan Riski Cahyadi.

Sontak, Riski bertanya apa maksud Wahyu Kaban.

“Kami diundang liputan. Tiba-tiba dia datang ingin merampas kamera saya dan mengajak berkelahi,” kata Riski, Selasa (29/6).

Saat Wahyu Kaban berusaha menyerang Riski, sejumlah jurnalis lain yang sama-sama ikut liputan berusaha melerai.

Namun, Wahyu Kaban makin bringas bak kesetanan.

“Maksud mu apa? Ayo kantor-kantor,” kata Wahyu Kaban sambil menarik lengan Riski.

Melihat itu, rekan sesama jurnalis nmeminta Wahyu Kaban tidak bersikap arogan.

Bukannya malah tenang, Wahyu Kaban kembali menyerang Riski.

“Enggak usah kau liput-liput. Entah apa-apa kau liput-liput,” katanya merampas selular milik Riski Cahyadi.

“Bapak jangan begitu. Masalah kecil jangan dibesarkan,” kata fotografer Antara.

Lagi-lagi, Wahyu Kaban menantang duel.

Dia membusungkan dadanya ke arah fotografer Antara.

“Kau sor sama aku! Mau besar, besar, ayok lah. Ini nah, nama ku, nah, nah,” katanya membusungkan dada sembari menantang.

Tak lama kemudian, satpam berbaju mirip polisi ikut-ikutan menantang.

Satpam itu bernama Rahmad.

Dia ikut-ikutan mengajak wartawan duel.

“Ayok lepas baju dinas kau. Ayok, ayok,” kata Rahmad.

Rahmad kemudian berjalan menjauh untuk mencari tempat duel.

Karena tak ingin ribut, awak media bertahan di posisi semula.

Tak lama berselang, datang satpam berbaju biru.

Satpam itu meminta maaf karena temannya bernama Rahmad bersikap arogan dan menghalang-halangi kerja jurnalis.***trb/mpc/bs

 

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version