Satpol PP Peringatkan Kosongkan Rumah Sebelum 3 Februari, Warga: Tunggu Inkrah

Medan(MedanPunya) Puluhan warga menolak pengosongan rumah di Jalan Kompleks Pertanian Sumut, Kecamatan Medan Johor, Senin (31/1).

Warga menolak sosialisasi pengosongan rumah yang selama ini ditempati.

Pantauan, warga menyoraki kedatangan petugas.

Bahkan, ada yang menyoraki dan berdebat dengan petugas yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kejaksaan dan TNI.

Petugas dayang dengan membawa surat pendataan pengosongan rumah.

“Ini rumah kami, bapak tidak berhak menyuruh kami pergi dari sini. Kami sudah bertahun tahun disini,” kata seorang warga saat beradu argumen dengan petugas.

Suasana pun sempat tegang saat petugas melakukan pendataan rumah warga yang bakal dibongkar. Warga ramai-ramai menghalangi petugas.

Mereka juga tidak memperbolehkan warga lainya yang ada di sana untuk bertemu dan menandatangani surat pengosongan rumah yang dibawa petugas.

Pada persoalan ini, rencananya ada 22 rumah yang terkena pe,bongkaran yang beridiri di Kompleks Dinas Pertanian Sumut.

Eksekusi rumah warga rencananya akan dilaksanakan pada Kamis (3/2/2022) mendatang.

“Kami datang ke sini untuk mensosialisasikan bahwa warga yang tinggal di sini untuk mengosongkan rumahnya. Karena pada tanggal 3 Februari mendatang kami akan melakukan pembongkaran seusai jadwal yang sudah ditetapkan,” ungkap Kasatpol PP Pemprov Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih.

Kondisi kembali memanas setelah mendengar pernyataan ini.

Mereka menolak dan mengatakan tidak akan melakukan pengosongan rumah.

Menurut mereka, saat ini sengketa rumah yang ditempati sedang berproses di Pengadilan. Warga pun meminta menunggu hasil putusan pengadilan.

“Kami tidak mau keluar, ini rumah kami dan sekarang sudah masuk sidang pengadilan. Jadi tunggu saja sidang pengadilan bukan main eksekusi sesuka hati. Ini negara hukum, semua ada aturan,” ujar kuasa hukum warga, Dwingai Sinaga.

Dwi mengatakan warga tidak akan keluar hingga proses pengadilan inkrah.

“Warga tidak akan pergi dan akan bertahan mempertahankan rumahnya. Kita lihat apa pemerintah akan melakukan eksekusi pada Kamis nanti,” tuturnya.***trb/mpc/bs

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version