USU Bakal Panggil Prof Yusuf Leonard Terkait Cuitan SBY-AHY Bodoh

Medan(MedanPunya) Universitas Sumatera Utara (USU) bakal memanggil Prof Yusuf Leonard Henuk terkait cuitan di akun Twitter @ProfYLH yang menyebut Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bodoh. USU ingin meminta penjelasan dari Yusuf.

“Pimpinan USU akan segera memanggil bersangkutan untuk dimintai keterangan dan klarifikasi,” kata Kepala Humas dan Protokoler USU, Elvi Sumanti, Rabu (13/1).

Elvi mengatakan Yusuf memang merupakan guru besar di Fakultas Pertanian USU. Meski demikian, dia menyebut ucapan Yusuf di luar kegiatan kampus merupakan ucapan pribadi dan tidak ada hubungannya dengan USU.

“Apa yang diucapkannya di luar adalah ucapan pribadi sama sekali tidak ada hubungannya dengan USU,” tuturnya.

Prof Yusuf merupakan guru besar Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian USU. Berdasarkan situs resmi USU, Yusuf tercatat menuntaskan gelar doktornya dari University of Queensland, Australia.

Sebelumnya, akun Twitter @ProfYLH mengunggah cuitan soal SBY dan AHY. Dalam keterangan di profil Twitter @ProfYLH tertulis ‘Professor at Faculty of Agriculture, University of sumatera Utara (USU), Medan, North Sumatera, INDONESIA’.

Yusuf, dalam cuitannya, menyebut SBY bodoh terkait persoalan vaksinasi COVID-19. Dia juga menyinggung SBY sok suci.

“Yth. @SBYudhoyono, memang kau bodoh sekali, karena Pemerintah @jokowi sudah berulangkali ingatkan tak hanya vaksin lalu semua beres, tapi tetap dilakukan 3 M. Kau sok suci bawa-bawa nama Tuhan seperti FPI yang kau besarkan&dibubarkan @jokowi, jadi terbukti kau memang munafik sekali,” tulis akun @ProfYLH seperti dilihat detikcom, Rabu (13/1).

Selain itu, akun tersebut mengunggah cuitan yang menyebut AHY bodoh terkait jatuhnya sebuah pesawat. Dia menyebut AHY bodoh serta meminta AHY belajar mengenai sejarah jatuhnya pesawat.

“Yth Ketua Umum @PDemokrat, @AgusYudhoyono, @ProfYLH terpaksa harus buktikan memang kau BODOH sekali,karena sepanjang sejarah jatuhnya pesawat di Indonesia, tak pernah ada “GOVERNMENT ERROR” penyebabnya, tapi “7 FAKTOR”(https://indonesiabaik.id/infografis/7-faktor-penyebab-jatuhnya-pesawat…).Maaf kau bodoh turunan, belajar lagi AHY!,” tulisnya.

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan mengatakan sedang membahas tindak lanjut terkait cuitan di akun @ProfYLH tersebut. Demokrat berencana menempuh jalur hukum.

“Kader Partai Demokrat di daerah yang tidak terima dengan tweet tidak bermoralnya berencana akan menempuh jalur hukum. Kita lihat saja perkembangannya,” ujar Ossy.***dtc/mpc/bs

Berikan Komentar:
Exit mobile version