Lewandowski Bisa Terancam Denda Rp 55 M jika Mogok Latihan

Munich(MedanPunya) Robert Lewandowski dihadapkan pada denda dengan jumlah “gila” jika absen di latihan pertama Bayern Munich. Ancaman dendanya bisa mencapai lebih dari Rp 55 miliar!

Hubungan Lewandowski dengan Bayern sedang tegang karena saga masa depannya. Bintang sepakbola Polandia itu kekeh ingin bergabung Barcelona karena mau menjajal tantangan baru, tapi pihak klub enggan melepas meski kontraknya tinggal menyisakan setahun saja.

Saat ini pemain terbaik FIFA dua kali tersebut masih berlibur. Meski begitu, belum bisa dipastikan apakah Lewandowski akan kembali ke Sabener Strasse.

Latihan perdana Die Roten akan digelar pada 12 Juli 2022. Itu berarti seluruh pemain Bayern termasuk Robert Lewandowski wajib melapor sebelum melakoni tur pramusim ke Amerika Serikat.

Seandainya penyerang berusia 33 tahun itu tidak datang pada latihan itu maka sebuah denda besar menanti. Sport 1 berkonsultasi dengan seorang kuasa hukum olahraga top di Munich, Andrei Dalinger, mengenai kemungkinan sanksi yang dijatuhkan terhadap Lewandowski.

“Bisa dikatakan bahwa Lewandowski melakukan pemogokan. Dia tidak mau muncul di dalam latihan dengan harapan hal itu akan menekan Bayern dan akhirnya setuju melepas dia ke Barcelona lebih cepat,” ucap Dalinger. “Hukumnya jelas: tidak bekerja, tidak ada gaji. Jika dia tidak memenuhi kewajiban yang tertulis di dalam kontrak untuk bekerja, FC Bayern bisa menahan gaji dia.”

Denda yang mengancam Lewandowski diyakini setara dengan satu atau dua bulan gaji. Dengan gaji tahunan Lewandowski yang mencapai 22 juta euro, maka dendanya berkisar antara 1,8 juta euro hingga 3,6 juta euro (Rp 27,7 miliar hingga Rp 55,4 miliar).

Pemutusan kontrak juga memungkinkan. Namun, hal ini tidak mungkin terjadi karena Bayern Munich masih membutuhkan jasa Lewandowski. Adapun potensi sanksi lainnya adalah tidak melibatkan si pemain dalam pertandingan, tapi lagi-lagi kemungkinan ini dicoret.

“Tujuan Bayern itu selalu menjadi tim terbaik, dan Robert Lewandowski pastinya bagian dari tim. Gila jika seorang pemain sekaliber dia harus duduk di bangku cadangan padahal punya 100 persen keinginan bermain,” imbuh Dalinger.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version