Barcelona(MedanPunya) Wajah skuad raksasa Liga Spanyol (LaLiga), Barcelona, di bawah asuhan Hansi Flick pada musim ketiganya tampak sangat muda.
Hal tersebut menyusul kepergian Robert Lewandowski ke klub MLS, Chicago. Serta, kepastian hengkangnya Marc-Andre ter Stegen ke Ajax, menurut Diario AS.
Kondisi ini menempatkan kiper Wojciech Szczesny sebagai pemain paling senior di Barcelona.
Kini, tugas utama Wojciech Szczesny di ruang ganti adalah menularkan jiwa kepemimpinan bagi rekan-rekan setimnya yang masih muda serta siaga kapan pun dibutuhkan jika Joan Garcia berhalangan tampil di bawah mistar gawang.
Meski berstatus sebagai pemain veteran asal Polandia, Wojciech Szczesny memiliki daya tarik tersendiri saat berbicara dan meyakini bahwa klubnya harus mematok target tinggi untuk menyapu bersih seluruh trofi pada musim ini.
Wojciech Szczesny menegaskan bahwa ambisi klub mencakup setiap kompetisi yang diikuti.
“Saat mewakili klub ini, Anda memulai setiap musim dengan bermimpi memenangkan setiap trofi yang Anda perebutkan,” kata Szczesny.
“Tahun lalu kami memenangkan dua gelar, dan tahun ini tujuannya adalah untuk memenangkan lebih banyak lagi.”
Ketika disinggung apakah trofi Liga Champions merupakan target terbesar di ruang ganti, kiper berpengalaman tersebut memberikan sudut pandang yang berbeda.
“Saya rasa itu bukan yang utama. Saya selalu memikirkan La Liga terlebih dahulu karena itu adalah kompetisi di mana Anda memainkan pertandingan terbanyak dan yang memaksa Anda untuk tampil di level tertinggi secara konsisten.”
“Ada banyak tim yang bisa memenangkan Liga Champions, dan kami adalah salah satunya,” lanjutnya.
Pandangan ini menegaskan komitmen klub dalam mempertahankan hegemoni domestik di ajang LaLiga atau Liga Spanyol, yang dinilai lebih menuntut konsistensi ketimbang sekadar mengejar kejayaan di Eropa.
Sikap ini sedikit berbeda dari rekan-rekan setimnya yang lebih muda, di mana pemain seperti Dani Olmo, Fermin Lopez, Alejandro Balde, dan Marc Bernal kerap memimpikan trofi Liga Champions.
Selain membahas target tim, Szczesny dengan tegas menolak untuk memikirkan target individu.
“Saya tidak punya tujuan pribadi. Saya bagian dari sebuah tim, dan saya melakukan apa pun yang terbaik untuk tim,” ungkap Wojciech Szczesny.
Menyadari statusnya sebagai pemain tertua, ia mendedikasikan dirinya untuk membimbing para penggawa muda Barcelona.
“Saya pemain tertua dan yang paling berpengalaman. Saya berusaha membantu pemain muda baik di dalam maupun di luar lapangan.”
Saat ditanya mengenai penilaian Hansi Flick yang memandangnya sebagai figur penting di skuad Barcelona, ia menanggapinya dengan senyuman.
“Apakah dia benar-benar berpikir begitu? Anda harus bertanya padanya. Saya hanya mencoba melakukan pekerjaan saya sebaik mungkin dan membantu rekan satu tim saya,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Szczesny turut memberikan apresiasi kepada Marc-Andre ter Stegen yang sedang berjuang memulihkan diri dari cedera panjang.
“Dia terlihat sangat bagus. Beberapa tahun terakhir memang sulit karena cedera, tetapi dia berada di level yang sangat tinggi,” jelas Szczesny.
Tidak hanya itu, ia juga melontarkan candaan ringan perihal kepergian Robert Lewandowski yang justru berdampak positif pada kemampuan bahasa Spanyol miliknya.
“Sekarang saya punya lebih banyak waktu untuk berbicara bahasa Spanyol karena saya tidak perlu lagi berbicara bahasa Polandia dengannya. Itu bisa menjadi keuntungan,” pungkasnya.***kps/mpc/bs
