Anggota DPR Ungkap Isu Timsel KPU-Bawaslu Ditekan-tekan

Jakarta(MedanPunya) Komisi II DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan panitia seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu. Salah satu anggota Komisi II DPR, Guspardi Gaus, meminta klarifikasi tentang isu tim seleksi ini ditekan-tekan dalam seleksi calon anggota KPU dan Bawaslu.

Guspardi Gaus mulanya menyatakan yakin dan percaya timsel ini tidak berada pada tekanan-tekanan dari pihak manapun. Namun, dia tidak tahu pasti karena mendengar isu timsel ini ditekan.

“Tapi tentu kami juga minta klarifikasi karena juga ada sinyalemen yang dikatakan orang-orang apakah itu hoax dan lain sebagainya, tapi saya mendengar tentang hal itu. Tentu dalam forum yang berbahagia ini saya minta juga klarifikasi karena dikatakan bahwa timsel ini mendapatkan tekanan-tekanan dan bukan dari Komisi II,” kata Guspardi Gaus di ruang Komisi II DPR, Jakarta, Rabu (19/1).

“Ini yang saya dengar, tolong itu diklarifikasi,” katanya.

Guspardi Gaus juga mengungkapkan informasi dari orang yang ikut di timsel. Tanpa menyebutkan informannya, Guspardi Gaus mengatakan dia mendapat cerita kalau suasana di timsel calon anggota KPU-Bawaslu amatlah berbeda dengan timsel-timsel lainnya.

“Saya langsung ketemu dengan orang itu dan dia beberapa kali ikut timsel katanya suasananya berbeda dengan ketika mereka mengikuti kegiatan timsel yang semacam ini. Ini tolong juga diklarifikasi karena dari laporan tadi saya lihat sangat luar biasa,” ujarnya.

Politikus PAN itu mengatakan sosok informannya ini mengaku timsel calon anggota KPU-Bawaslu tidak seperti yang diharapkan. Guspardi juga mengungkit video yang disebutnya viral di YouTube yang cukup mengganggu dirinya.

“Ada viral juga di Youtube, ini Pak Bahtiar secara pribadi saya sampaikan aja. Ada kalimat-kalimat yang tidak pas karena ini disorot oleh meida oleh masyarakat dan juga sorotan itu kepada sekretaris, maaf, meng-elu-elukan salah seorang di antara itu,” kata Guspardi Gaus.

Guspardi Gaus menduga kejadian itu karena terbawa suasana. Namun, itu menurutnya harus diperhatikan agar tak terulang lagi.

“Tetapi juga entah karena enjoy dan sebagainya sehingga tidak terkontrol ketika itu meluap-luap emosi yang disampaikan sekretaris KPU ketika itu. Ini catatan penting,” ujar dia.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version