Gubsu Edy Kecewa Penanganan Covid-19 di Madina, Sosialisasi Kurang dan Terkesan Masa Bodoh

Medan(MedanPunya) Hari pertama kunjungan kerja di Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi sudah kecewa dengan pemerintah kabupaten dan Satgas

Penanganan Covid-19 Madina. Penanganan dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan masyarakat di Madina dinilainya kurang maksimal.

Edy mengutarakan kekecewaannya di Posko Satgas Covid-19 Madina di Bagas Godang di Jalan Williem Iskandar Nomor 10, Pidoli Dolok Panyabungan.

Dia mengaku melihat masyarakat kurang mematuhi protokol kesehatan padahal jumlah yang terpapar Covid-19 di daerah ini terus meningkat.

“Itu rakyat kita, tidak tahu kalau tidak diingatkan. Saya melihat secara riil kondisi ini mulai saat mengunjungi pesantren dan sepanjang jalan. Saya melihat Madina ini tidak ada yang menangani sosialisasi Covid-19, memberitahukan penyesuaian kebiasaan baru kepada masyarakat. Saya lihat pembiaran dan masa bodoh,” ucap Edy dikutip dari rilis humas dan keprotokolan Setdaprov Sumut.

Tak lama, Edy meminta maaf atas penyampaiannya tersebut ke publik. Namun menurutnya, hal ini penting diingatkan agar penanganan Covid-19 dapat diselesaikan segera.

Selain itu, tidak ada unsur politik dirinya mengutarakan hal tersebut, semata-mata mengingatkan Satgas Covid-19 Kabupaten Madina untuk maksimal bekerja.

“Maafkan saya harus menyampaikan ini, tapi harus saya ingatkan demi melindungi rakyat kita. Tidak ada unsur politik dalam ucapan saya. Mari kita saling memperbaiki dan bekerja secara maksimal,” ucap Edy.

Dia berpesan agar Satgas Covid-19 Kabupaten Madina tidak lagi menerapkan karantina mandiri kepada masyarakat yang telah terpapar untuk mencegah penularan di keluarga.

Dimintanya satgas dan pemkab segera menyiapkan karantina tambahan bila pasien terus bertambah.

“Saya minta untuk tidak melakukan karantina mandiri. Semua masyarakat yang sudah terjangkit ditampung di suatu tempat, bisa menyewa hotel. Kalau dana tidak ada lapor ke provinsi,” katanya.

Segera melakukan contact tracing terhadap pasien yang terpapar untuk proses percepatan swab, Edy memerintahkan Satgas Covid-19 Provinsi Sumut untuk menyerahkan bantuan peralatan pendukung ke Satgas Covid-19 Kabupaten Madina.

Selain itu, Edy juga menyerahkan bantuan 260 unit handsanitizer, 520 APD dan satu unit ventilator untuk anak.

Pejabat sementara Bupati Madina Dahler Lubis dalam laporannya menyatakan, tenaga kesehatan merupakan pasien terbanyak terpapar Covid-19.

Data terakhir pada Selasa siang, total 181 kasus yang dilaporkan. Dahler mengaku bersama Forkopimda telah melaksanakan pencegahan dan sosialisasi di antaranya operasi yustisi, sosialisasi protokol kesehatan, menetapkan Bagas Godang Madina sebagai tempat karantina, pembagian masker dan menghentikan proses belajar mengajar di sekolah.

“Saya laporkan Pak Gubernur, kita telah menyiapkan 50 tempat tidur untuk karantina. Bila terjadi lonjakan kita akan segera menyiapkan tempat lain seperti hotel dan sebagainya,” ucap Dahler.***kps/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version