Mabuk Tuak, Pemuda di Deli Serdang Tikam Pria 50 Tahun hingga Tewas

Lubukpakam(MedanPunya) Seorang pemuda di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) bernama Deo Pranata Sinuraya (21) diduga menikam Maha Putra (50) hingga tewas. Saat melakukan aksinya, pelaku sedang dalam kondisi mabuk usai minum tuak.

Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang Kompol Wirhan Arif mengatakan peristiwa itu terjadi Minggu (15/10) dini hari. Saat itu, keduanya tengah berada di sebuah warung tuak di Jalan Kayu Embun, Desa Deli Tua Kecamatan Namorambe.

“Pelaku menikam korban berkali-kali yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Wirhan, Selasa (17/10).

Wirhan mengatakan kejadian itu berawal pada Sabtu (14/10) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, pelaku datang ke warung tuak itu bersama seorang temannya dengan mengendarai sepeda motor. Setelah itu, pelaku pun memesan tuak untuk diminum.

Lalu, sekitar pukul 22.00 WIB, korban datang ke warung tersebut untuk meminum tuak. Saat itu, korban duduk berhadapan dengan pelaku.

Selang satu jam, pelaku pergi keluar warung untuk buang air kecil. Kemudian, korban menemui pelaku dan menegurnya.

“Korban datang menjumpai pelaku dan mengatakan ‘jangan mentang-mentang kampungmu di sini kau merajalela’,” ujar Wirhan menirukan perkataan korban.

Pelaku mengaku tidak mengetahui maksud korban mengatakan hal itu. Namun, akibat kesal pelaku memukul pelaku di bagian leher hingga terjatuh ke semak-semak karena sudah dalam kondisi mabuk.

Tak lama, keduanya kembali ke warung dan duduk berhadapan. Berselang 30 menit pelaku pulang ke rumahnya dan kembali ke warung bersama dengan temannya.

Saat itu, pelaku bernyanyi sambil meminum tuak, sedangkan korban sudah dalam kondisi mabuk berat dan tertidur di atas kursi dengan posisi telentang.

Lalu, sekitar pukul 01.15 WIB, pelaku pergi ke belakang warung dan melihat sebilah pisau terletak di dekat kamar mandi. Setelah itu, pelaku mengambilnya dan memasukkannya ke kantong jaketnya dan kembali ke dalam warung.

Sekitar pukul 02.00 WIB, pelaku tiba-tiba menikam korban berkali-kali di bagian dada, leher dan yang lainnya. Saat itu, korban dalam kondisi masih tertidur di kursi tersebut.

Korban yang merasa kesakitan pun terbangun dan bertanya alasan pelaku menikamnya. Namun, pelaku malah semakin brutal dan terus menikam korban.

“Sesaat setelah kejadian korban tersungkur ke lantai, dan pelaku lari ke belakang warung dan membuang pisau ke arah belakang warung. Pelaku lalu meninggalkan TKP menggunakan sepeda motor yang dipakai pelaku datang ke TKP,” ujarnya.

Pihak kepolisian yang menerima laporan kejadian itu lalu mendatangi lokasi. Petugas lalu menangkap pelaku sekitar pukul 03.00 WIB di rumah neneknya.

“Pelaku berhasil diamankan personel Polsek Namorambe dari rumah nenek pelaku. Didampingi orang tua, pelaku bersama-sama diboyong ke Polsek Namorambe,” jelas Wirhan.

Wirhan mengatakan penikaman itu dilatarbelakangi karena pelaku tersinggung dengan perkataan korban. Selain itu, kejadian itu juga terjadi karena pelaku sudah dalam kondisi mabuk.

“Tersinggung atau kesalahpahaman saat minum tuak. Benar (mabuk),” pungkasnya.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version