Oknum TNI Disebut Lepas Paksa Mafia Tambang di Madina, Ini Faktanya

Medan(MedanPunya) Sejumlah oknum TNI disebut berupaya melepaskan paksa pelaku diduga mafia tambang ilegal di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Persoalan ini pun lalu dibantah oleh pihak Polda Sumut dan Kodam I Bukit Barisan.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi mengakui pihaknya telah melakukan penyelidikan terhadap kasus ilegal mining yang ada di Madina. Petugas, kata Hadi, mengamankan dua orang usai mendalami kasus yang dilaporkan oleh masyarakat itu.

“Penyidik Krimsus melakukan pendalaman dan penyelidikan atas laporan masyarakat dugaan tindak pidana ilegal mining dan sampai saat ini masih dilakukan pendalaman,” ujar Hadi, Kamis (1/12).

Hadi menyebut dari proses pendalaman itu, pihaknya pun menangkap dua orang yang diduga terlibat tambang emas ilegal tersebut. Keduanya diamankan lalu diperiksa di Polres Madina. Kemudian, Hadi menepis isu adanya oknum anggota TNI yang berupaya mengintervensi dengan melakukan upaya paksa mengeluarkan pihak yang diamankan tersebut.

“Yang dimintai klarifikasi/pemeriksaan dua orang. Terkait berita yang simpang siur itu tidak benar adanya intervensi dari siapapun. Sekali lagi itu proses penyelidikan,” ujar Hadi.

Kapendam I Bukit Barisan Kolonel Rico Siagian juga angkat bicara soal beredarnya isu belasan anggota TNI AD diduga melepas paksa terduga mafia tambang emas ilegal yang sempat diamankan di Polres Madina. Rico pun membantah isu tersebut.

“Infonya tidak benar,” kata Rico.

Rico menjelaskan kedatangan Dandim 0212/Tapanuli Selatan bersama personel ke Mapolres Madina terkait untuk mengkonfirmasi dan mengecek kebenaran ada tidaknya keterlibatan oknum prajurit dalam kasus dugaan tambang emas ilegal yang ditangani Polres Madina. Di mana, dalam penyelidikan kasus ini pihak Polres Madina telah mengamankan tiga orang warga masyarakat.

“Dari hasil konfirmasi langsung Dandim ke Mapolres Madina itu, ternyata memang tidak ada keterlibatan Prajurit TNI AD dalam kasus yang sedang diselidiki,” ujar Rico.

Rico menyebut setelah mendapat kepastian tidak ada Prajurit TNI AD yang terlibat, Dandim 0212/Tapsel juga menerima penjelasan bahwa hasil penyelidikan Polres Madina masih berjalan untuk meminta keterangan terkait keterlibatan tiga orang warga masyarakat yang sedang diamankan.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version