Perawat Pemulasaran Jenazah Covid-19 Dipukuli, Laporannya Tak Jelas di Polres Sibolga

Sibolga(MedanPunya) NI, perawat pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang bertugas di RSUD FL Tobing dipukuli keluarga pasien.

NI kemudian melapor ke Polres Sibolga sesuai bukti lapor nomor: LP/B/201/VIII/2021/SPKT/Polres/Sibolga/Polda Sumatera Utara tanggal 07 Agustus 2021.

Sayangnya, setelah kasus dilaporkan, perkaranya tak jelas.

Pelaku yang lebih dari satu orang tidak diamankan.

Hanya satu orang saja yang disebut diproses.

Menurut Mashur Al Hazkiyani, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Provinsi Sumatera Utara (DPW PPNI Sumut), tidak jelasnya kasus yang menimpa NI ini diduga lantaran penyidik mengabaikan fakta yang ada.

“Adanya dugaan pengabaian fakta pengeroyokan kepada anggota kami tersebut sungguh menciderai keadilan dan melukai hati perawat Indonesia, khususnya Sumatera Utara,” kata Mashur, Jumat (25/3).

Dia mengatakan, bahwa dirinya kecewa dengan Polres Sibolga, karena kasus yang dialami anggotanya tak kunjung berproses.

“Seharusnya Penyidik Polres Sibolga tidak terburu-buru, karena fakta peristiwa pidananya adalah penganiayaan secara bersama-sama di muka umum sebagaimana diatur dalam Pasal 170 KUHPidana.

Fakta ini juga telah disampaikan oleh korban dan saksi-saksi dalam pemeriksaan perkara pada saat penyidikan, sehingga terhadap pengabaian fakta hukum ini tentunya menjadi tanda tanya besar juga bagi kita, kenapa bisa diabaikan” ucapnya.

Sementara itu, kuasa hukum NI, Redyanto Sidi merasa sangat keberatan dengan pelimpahan berkas ke Kejari Sibolga yang sangat singkat tersebut.

“Bahwa konstruksi hukum sesuai dengan peristiwanya adalah pengeroyokan bersama-sama, bukan dilakukan oleh seorang saja, sehingga idealnya dicari dulu pelaku lainnya dan itu pasti memakan waktu yang lama tapi ini tidak,” ucapnya.***tr/mpc/bs

 

 

 

Berikan Komentar:
Exit mobile version