Rabu, 18 Maret 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Laba BUMN Cuma Rp 28 T karena Pandemi

Kamis, 3 Juni 2021
kanal Ekonomi
27
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Jakarta(MedanPunya) Kinerja BUMN terpukul karena dampak pandemi COVID-19. Hal ini terlihat dari laba bersih BUMN yang turun tajam. Menteri BUMN Erick Thohir menyebut, laba bersih BUMN tahun 2019 sebesar Rp 124 triliun. Kemudian, laba tersebut turun menjadi Rp 28 triliun.

“Sebagai catatan saja, kalau kita lihat dari konsolidasi awal karena ini belum diaudit bahwa jelas memang pandemi ini sangat terdampak juga dengan BUMN, yang tadinya kita punya net profit, tapi ini tentu ada net profit bukan langsung dibagi tapi dipakai lagi buat BUMN lain, itu yang tadinya Rp 124 triliun di tahun 2019 di tahun ini mungkin konsolidasi hanya Rp 28 triliun,” katanya dalam rapat kerja dengan Komisi VI, Kamis (3/6).

Kemudian, pendapatan BUMN juga mengalami penurunan tajam. “Revenue turun dari Rp 1.600 triliun menjadi Rp 1.200 triliun,” tambahnya.

Dia menuturkan, angka tersebut akan lebih nyata jika terkonsolidasi semua dalam buku dan diaudit. Erick mengatakan, pada tahun ini untuk pertama kalinya mempunyai buku Kementerian BUMN secara konsolidasi.

“Kira-kira bulan September kita bisa persentasikan anggota dewan untuk konsolidasi buku yang sudah dirapikan,” katanya.

Menurutnya, konsolidasi ini penting untuk memperbaiki kinerja perusahaan pelat merah. Hal ini seperti halnya dilakukan pada PLN dan Telkom.

“Karena itu salah satunya kenapa kita ingin project management office supaya data base BUMN bisa menjadi satu, kita bisa melihat pembukuan ataupun keperluan capex-capex (capital expenditure/belanja modal) lain yang tidak diperlukan untuk di-cut seperti apa yang kita lakukan di PLN ataupun di Telkom. Kalau kita lihat Telkom sendiri profitabilitas naik itu bagaimana capex kita tetap tekan,” katanya.***dtc/mpc/bs

Berikan Komentar:
Tags: BUMNcovid-19laba bersih
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Gerindra Anggap JoMan Nggak Jelas soal ‘Kereta Tua’

Berita Berikutnya

Eden Hazard Tidak Senang Chelsea Juara Liga Champions

Related Posts

Ekonomi

Dunia Terancam Krisis Energi, Kilang Terbesar ke-4 Dunia Berhenti Operasi

Rabu, 11 Maret 2026
Ekonomi

Ekspor Sawit Kena Getahnya, Tarif CPO Resmi Naik Jadi 12,5%

Rabu, 4 Maret 2026
Ekonomi

Tekstil hingga Sawit, Produk RI Dapat Tarif 0 Persen dari AS

Jumat, 20 Februari 2026
Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2025 Capai 5,11 Persen

Kamis, 5 Februari 2026
Ekonomi

Harga Emas Dunia Tembus Rekor Baru, Picu Kekhawatiran Krisis Global

Senin, 26 Januari 2026
Ekonomi

Izin Usaha Toba Pulp Dicabut-Saham Digembok Bursa, Invertor Gigit Jari

Rabu, 21 Januari 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Bobby Minta Mudik Gratis Pemprov Sumut Transparan, Tak Boleh Ada Titipan

Senin, 16 Maret 2026

Mobil Wanita Ngebut Tabrak Lapak Jualan di Pasar Kaget Binjai, 5 Warga Luka

Senin, 16 Maret 2026

Emak-emak Kejar lalu Tabrak Penjabret Gelangnya di Medan

Senin, 16 Maret 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana