Jumat, 13 Februari 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Metro

Anak Bunuh ibu di Medan Akibat “Game Online”, Ini Kata Psikolog

Selasa, 30 Desember 2025
kanal Metro
8
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Medan(MedanPunya) Baru-baru ini terjadi kasus di mana seorang anak (12) melukai ibunya menggunakan pisau dan berujung meninggal dunia.

Peristiwa tersebut terjadi di Medan, Sumatera Utara pada Rabu (10/12/2025) lalu. Sang anak bangun dan mengambil pisau dari dapur, lalu melukai ibunya yang sedang tertidur.

Dalam konferensi pers, Senin (29/12), Kapolrestabes Medan Kombes Calvin Simanjuntak menyampaikan salah satu motif tindakan tersebut adalah sakit hati karena sang ibu menghapus game online.

Selain itu, sang anak juga disebut sering kali memainkan game online yang menggunakan pisau dan menonton serial anime yang menampilkan pisau.

Psikolog Ibunda.id, Danti Wulan Manunggal, mengatakan bahwa game online (terutama yang mengandung kekerasan) memiliki pengaruh terhadap perilaku kekerasan yang dilakukan anak.

“Ya, namun tidak secara otomatis atau linier,” kata Danti, Selasa (30/12).

“Penelitian psikologi menunjukkan bahwa paparan konten kekerasan yang intens dapat memengaruhi kognisi dan emosi, tetapi efeknya berbeda-beda pada setiap anak,” sambungnya.

Danti juga menjelaskan beberapa pengaruh yang diakibatkan oleh game online terhadap perilaku anak, mencakup:

1. Desensitisasi (penurunan kepekaan)

Danti menyebut, paparan kekerasan berulang dalam game (seperti menggunakan pisau) dapat membuat anak merasa bahwa kekerasan adalah hal yang biasa, wajar, atau bahkan solusi yang efektif.

Kondisi tersebut membuat rasa empati terhadap rasa sakit orang lain bisa terkikis secara perlahan.

2. Priming (aktivasi pikiran agresif)

Adegan kekerasan dalam game “menyiapkan” otak untuk merespons situasi stres dengan cara yang agresif.

Ketika anak merasa terancam atau marah (misalnya saat game-nya dihapus), memori atau skema perilaku kekerasan dari game tersebut lebih mudah muncul di kepalanya.

3. Identifikasi Karakter

Berbeda dengan menonton film, dalam game anak adalah “pelaku” atau memiliki peran sebagai tokoh utama.

Ia yang mengendalikan senjata dan mendapatkan hadiah (poin/menang) atas tindakan tersebut. Hal ini memperkuat internalisasi perilaku agresif.

Lebih lanjut, Danti menjelaskan, game (dalam kasus yang terjadi di Medan) berperan sebagai pemicu (trigger) dan penyedia model perilaku.

“Namun ada faktor kerentanan lain (seperti kematangan emosi, adiksi, dan kemungkinan masalah kesehatan mental yang tidak terdeteksi) yang membuat tragedi ini terjadi,” ujar Danti.***kps/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Tags: pembunuhanPolrestabes Medanpsikolog
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Trump Murka Rumah Putin Diguga Diserang Ukraina, Sebut Bukan Waktu yang Tepat

Berita Berikutnya

RI Stop Impor Beras Tahun Depan

Related Posts

Metro

DPRD Kritik Dishub Medan, Minta Seluruh Jukir Diberikan Atribut Lengkap

Jumat, 13 Februari 2026
Metro

Terkait Program Gentengisasi Prabowo, Walkot Medan: Kita Coba Koordinasi

Senin, 9 Februari 2026
Metro

Panah Mata Warga, Residivis Pembakar Motor Polisi di Belawan Ditembak

Senin, 9 Februari 2026
Metro

Tinjau Pembersihan, Wawalkot Medan Soroti Bangunan di Badan Sungai Deli

Kamis, 5 Februari 2026
Metro

Akal-akalan Jukir Liar di Medan Cetak Karcis Palsu Kelabui Warga

Kamis, 5 Februari 2026
Metro

Orok Bayi Ditemukan di Tumpukan Sampah Sungai, Polisi Selidiki

Selasa, 3 Februari 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

DPRD Kritik Dishub Medan, Minta Seluruh Jukir Diberikan Atribut Lengkap

Jumat, 13 Februari 2026

Doli Datangi KPAI Adukan Kasus Pelecehan Terhadap Bocah SD di Asahan

Jumat, 13 Februari 2026

Hukuman Polisi Jual 1,1 Ton Sisik Trenggiling di Asahan Dipotong Jadi 7 Tahun Bui

Jumat, 13 Februari 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana