Medan(MedanPunya) Anggota Komisi IV DPRD Medan, Edwin Sugesti Nasution mengkritik Dinas Perhubungan (Dishub) Medan terkait banyaknya juru parkir (jukir) yang tidak menggunakan atribut. Edwin menilai, Dishub Medan harus menyediakan atribut yang cukup untuk seluruh juru parkir yang ada.
“Saya meminta agar Dishub menyediakan atribut yang lengkap untuk semua juru parkir. Karena kalau kita lihat parkir di tepi jalan, masih lebih banyak yang tidak menggunakan atribut daripada yang menggunakan,” ujar Edwin, Jumat (13/2).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, saat ini masih banyak juru parkir yang menggunakan atribut palsu. Seperti tanda pengenal dan karcis palsu.
“Kemarin saya lihat juga banyak sekali kasus di mana tanda pengenal juru parkir palsu, kemudian karcis yang diberikan kepada orang yang parkir juga palsu. Ini perlu diperhatikan lagi,” ungkapnya.
Ia juga meminta agar Dishub Medan memfasilitasi atribut yang jelas kepada juru parkir yang membedakan antara juru parkir yang berada di bawah Dishub dan di bawah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
“Juga harus dibedakan mana yang dikelola oleh Dishub, mana yang dikelola pihak swasta yang berada di bawah naungan Bapenda,” katanya.
Selain itu, Edwin juga menyoroti lokasi parkir tepi jalan yang berlapis dan sering menyebabkan kemacetan. Ia meminta Dishub menyediakan rambu-rambu yang jelas terkait lokasi parkir.
“Parkir berlapis ini juga tidak boleh sembarangan. Harus ada rambu-rambu yang jelas dan juga informasi terkait tarif dan sebagainya,” jelasnya.
Edwin menyebut, Komisi IV DPRD telah menyampaikan beberapa masukan terkait hal ini dalam rapat bersama Dinas Perhubungan Medan. Selain persoalan atribut, kata Edwin, pihaknya juga menyampaikan permintaan peninjauan kembali oleh Dishub terkait tarif parkir yang dinilai terlalu mahal.***dtc/mpc/bs
