Sabtu, 11 April 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Dunia

AS, Inggris, Kanada Ramai-ramai Tuduh Rusia Retas Data Vaksin Covid-19

Jumat, 17 Juli 2020
kanal Dunia
16
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Washington(MedanPunya) Amerika Serikat ( AS), Inggris, dan Kanada, melaporkan usaha pencurian informasi vaksin virus corona oleh peretas yang terkait dengan dinas intelijen Rusia. Para pejabat ketiga negara tersebut melaporkannya pada Kamis (16/7).

Meski demikian, para pejabat tidak membocorkan apakah ada upaya Rusia yang berhasil. Para peretas tersebut dilaporkan memiliki banyak julukan seperti APT29, the Dukes, atau Cozy Bear.

Kelompok tersebut merupakan salah satu dari dua kelompok mata-mata Rusia yang menembus komputer Partai Demokrat menjelang pemilihan presiden (pilpres) AS 2016.

Dalam suatu pernyataan bersama oleh para pejabat dari tiga negara tersebut, para peretas menargetkan penelitian informasi vaksin Covid-19 dan informasi organisasi pengembangan di tiga negara itu.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan kegiatan badan intelijen Rusia tersebut terhadap upaya penanggulangan pandemi Covid-19 tidak dapat diterima.

Seroang Pejabat Pusat Keamanan Siber Inggris mengatakan kelompok peretas Rusia memindai alamat IP komputer yang dimiliki oleh organisasi dan kemudian menyebarkan malware untuk mencoba mendapatkan akses.

Direktur Operasi National Cyber Security Center (NCSC) Paul Chichester mengatakan bahwa APT29 meluncurkan serangan tercela terhadap mereka yang melakukan pekerjaan vital untuk memerangi pandemi virus corona.

Direktur Kemanan Siber Badan Keamanan AS Anne Neuberger mengatakan APT29 memiliki sejarah panjang menargetkan organisasi pemerintah, upaya diplomatik, lembaga think tank, perawatan kesehatan, dan energi untuk mendapatkan data intelijen.

“Jadi kami mendorong semua orang untuk menanggapi ancaman ini dengan serius dan menerapkan mitigasi yang dikeluarkan oleh para penasihat,” kata Neuberger.

Kanada Security Security Establishment mengatakan serangan tersebut bertujuan untuk menghambat upaya para ahli tenaga medis dalam memerangi pandemi.

Buletin Canada Securities Exchange (CSE) melaporkan bahwa sebuah perusahaan biofarmasi Kanada dilanggar oleh aktor asing pada pertengahan April. Hampir pasti pelanggaran tersebut berusaha untuk mencuri kekayaan intelektualnya.

Direktur Analisis Intelijen untuk perusahaan kemanan siber FireEye, John Hultquist, memperingatkan bahwa Rusia tidaklah sendirian.

Dia mengklaim melihat Iran dan Cina juga menargetkan perusahaan farmasi dan organisasi penelitian yang terlibat dalam pengembangan vaksin Covid-19.

“Ini adalah ancaman nyata bagi hampir setiap negara di bumi dan kita dapat berharap bahwa sumber daya yang luar biasa telah dialihkan dari tugas lain untuk fokus pada virus ini,” kata Hultquist.

Kelompok peretas APT29 sangat dikenal oleh para pakar dunia maya. Para pejabat intelijen AS mengatakan mereka adalah bagian dari Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia (SVR).

Mereka pernah meretas sistem email Gedung Putih dan Kementerian Luar Negeri pada 2014. Kelompok itu juga menyusup ke server Komite Nasional Demokrat di musim panas 2015, beberapa bulan sebelum agen mata-mata militer Rusia, GRU, melakukannya.

GRU menyalurkan email yang diretas ke grup pembocor rahasia, WikiLeaks. WikiLeaks lalu merilisnya secara daring.

Di sisi lain, Moskow membantah tuduhan saat dimintai tanggapan oleh wartawan.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pihaknya tidak memiliki informasi tentang siapa yang bisa meretas perusahaan farmasi dan pusat penelitian di Inggris.***kps/mpc/bs

Berikan Komentar:
Tags: AScovid-19InggrisKanada
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Real Madrid Juara Liga Spanyol, Rekor Mendy Tak Dimiliki Ramos-Benzema

Berita Berikutnya

Vonis 2 Tahun dan 1,5 Tahun bagi Penyerang Novel, Tim Advokasi: Skenario Sempurna

Related Posts

Dunia

Netanyahu Akan Diadili Pekan Ini, Sempat Tertunda Imbas Perang Iran

Jumat, 10 April 2026
Dunia

Stategi “Lepas Tangan” Trump, Akhiri Perang Iran dan Biarkan Selat Hormuz Tutup

Selasa, 31 Maret 2026
Dunia

Trump Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran, Incar Pulau Kharg

Senin, 30 Maret 2026
Dunia

Setelah Iran, Kuba Jadi Target Trump Selanjutnya

Sabtu, 28 Maret 2026
Dunia

Iran Luncurkan Rudal Canggih Sejjil ke Israel

Senin, 16 Maret 2026
Dunia

Pesan Iran ke Trump: Kamilah yang Akan Menentukan Akhir Perang

Selasa, 10 Maret 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

FIFA Gocek Suporter Usai Bikin Kategori Tiket Piala Dunia 2026 Paling Mahal

Jumat, 10 April 2026

HUT TNI AU, Pesawat Kepresidenan Prabowo Dikawal Empat F-16 dan Dua T50 Golden Eagle

Jumat, 10 April 2026

Netanyahu Akan Diadili Pekan Ini, Sempat Tertunda Imbas Perang Iran

Jumat, 10 April 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana