Minggu, 26 April 2026
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
MedanPunya.com
Advertisement
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno
No Result
View All Result
MedanPunya.com
No Result
View All Result
Home Daerah

Kisah Pilu Bocah SD di Dairi Tewas Usai Digigit Anjing Kesayangan

Rabu, 12 Juli 2023
kanal Daerah
26
dibaca
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Whatsapp

Sidikalang(MedanPunya) Yakobus Tampubolon hanya bisa pasrah, anak perempuannya yang masih duduk di bangku kelas 2 SD meninggal dunia begitu cepat. Bocah berusia 10 tahun itu meninggal dunia, setelah digigit anjing peliharaan mereka.

Kisah pilu ini terjadi di Siempat Nempu Hulu, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut). Bocah malang itu berinisial YS.

Kurang lebih sebulan lalu, YS baru saja terbangun dari tidurnya. Tiba-tiba, anjing kesayangan yang sering diajak main bersama, berubah beringas dan menggigitnya.

“Pas bangun pagi mau sekolah Senin, keluar dari kamar dia mau main-main sama anjing, diterkam kakinya, terluka lah kan,” kata Yakobus Tampubolon, Rabu (12/7).

Dua pekan sebelum kejadian, anjing dibeli dari teman Yakobus. Anjing lucu itu masih kecil dan sering diajak main oleh anaknya.

Beberapa hari kemudian, anjing itu menunjukkan tanda-tanda beringas. Kerap mengamuk dan makin galak.

Belakangan, setelah anjing itu menggigit YS, dia dikandangkan. Lima hari kemudian, anjing itu mati.

YS sendiri sempat menjalani pengobatan tradisional di kampungnya. Setelah diobati, Yakobus diminta membawa kembali YS untuk sekali lagi di hari Rabu.

“Ada di sini kampung kita ini, ada tukang obat kampung, sudah banyak pasien diobati sembuh. Ku bawalah ke situ siangnya, kemudian katanya bawa sekali lagi, ku bawalah Rabu, pokoknya udah yakin kalilah aku sembuh anak kita ini,” ucapnya.

Setelah berobat tradisional, YS kembali sehat seperti semula. Ia juga bisa bermain dan sekolah seperti biasa.

Pada Sabtu (8/7), YS tiba-tiba mengeluh sakit perut. Yakobus kemudian membelikan obat sakit perut di warung.

Keesokan harinya, YS meminta agar tidak ikut ke gereja untuk beribadah. Saat itu, YS bercerita jika badannya gemetar waktu memegang gayung di kamar mandi. YS juga disebut gemetaran karena takut saat Yakobus ingin memberikan air minum karena YS terlihat dehidrasi.

“Minggunya dia nggak pigi ibadah. Ku tengok bibirnya agak haus, pas mau ngambil air putih itu dibilangnya sama ku ‘heran aku Pak, semalam ku pegang gayung di kamar mandi gemetar aku, nggak bisa, takut aku nengok air itu’ katanya kan, kemudian pas aku mau kasih air (minum) ini udah dekat langsung gemetaran dia, takut,” ungkapnya.

Melihat kondisi itu, Yakobus kemudian membawa YS kembali ke tempat pengobatan tradisional. Namun tukang obat itu mengaku tidak sanggup lagi mengobati YS.

Ia menyebut jika YS digigit anjing lagi setelah gigitan pertama itu, namun langsung dibantah YS saat itu.

Setelah itu, Uakobus kemudian membawa YS ke bidan terdekat dan selama diperjalanan YS terlihat gemetaran terkena angin. Bidan yang dituju juga mengaku tidak sanggup mengobati YS, sambil menangis bidan itu meminta YS dibawa ke RSUD Sidikalang.

Tiba di RSUD Sidikalang, dokter jaga saat itu mempertanyakan BPJS YS. Karena tidak memiliki BPJS, YS disarankan untuk berobat di bagian umum. Namun, Yakobus tidak sanggup jika di bagian umum.

“Rupanya pas di Rumah Sakit Umum Sidikalang, cuma dokter jaga yang ada. Ditanya BPJS, ku bilang masih pengurusan, diarahkanlah ke umum, kalau umum ngertilah nggak sanggup aku,” bebernya.

Oleh karena itu, dokter menyarankan agar YS dibawa ke rumah sakit di Medan, tapi bukan atas rujukan rumah sakit. Oleh karena itu, Yakobus berusaha mencari ambulans untuk membawa YS ke Medan.

YS rencana akan dibawa ke RSUP Adam Malik Medan. Namun, saat memasuki Pancur Batu, Deli Serdang, YS menghembuskan napas terakhirnya.

“Rencana mau ke (RSUP) Adam Malik, rupanya sampai Pancur Batu nggak sanggup lagi dia, udah meninggal lah sebelum Pancur Batu itu,” tutupnya.***dtc/mpc/bs

 

Berikan Komentar:
Tags: bocah sddigigit anjing
ShareSendTweet
Berita Sebelumnya

Dikritik soal Dukung Tembak Mati, Bobby: Saya Mewakili Begal, Terima Kasih

Berita Berikutnya

Polisi Selidiki Video ASN Kodam I/BB Terjatuh Usai Dijambret

Related Posts

Daerah

Anggota DPR Minta BNI Tuntaskan Pengembalian Rp 28 Miliar di Kasus Gereja Paroki Aek Nabara

Senin, 20 April 2026
Daerah

Kasus Penggelapan Dana Jemaat Aek Nabara, Pakar: Bank Bertanggung Jawab, Bisa Digugat Perdata

Senin, 20 April 2026
Daerah

Kebakaran di Tempat Penitipan Mobil di Kisaran, Puluhan Kenderaan Diduga Ikut Ludes Terbakar

Kamis, 2 April 2026
Daerah

Respons Gerindra soal Polemik Gaji DPRD Padangsidimpuan, Rusydi: Secara Aturan Dibenarkan

Kamis, 2 April 2026
Daerah

Sehari Dua Kasus Sabu Terungkap, Polres Labusel Tangkap 2 Pelaku dan Sita Narkoba

Kamis, 2 April 2026
Daerah

Rekonstruksi Pembunuhan Istri di KIsaran, Ibu Korban Histeris Lihat Pelaku

Kamis, 2 April 2026

Dikelola Oleh :

PT. WASPADA BAHANA ERIASAFA

Alamat Redaksi :
Jl. Garu 3 No. 33 Kel. Harjosari-I
Kecamatan Medan Amplas 20147
Telp : 061-785 0458
Email : medanpunyanews@gmail.com

TERBARU

Ilmuan AS Hilang dan Tewas Beruntun, Kongres Curiga Ada Operasi Asing

Kamis, 23 April 2026

Utusan Trump Berupaya agar Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Kamis, 23 April 2026

Iran Ancam ‘Pelajaran Lebih Keras’ Jika AS-Israel Menyerang Lagi

Rabu, 22 April 2026
  • Pedoman Media Cyber
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Redaksi
  • Sitemap

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana

No Result
View All Result
  • Home
  • Metro
  • Politik
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Daerah
  • Dunia
  • Olahraga
  • Seleb
  • Tekno

Copyright © 2020 medanpunya.com All Right Reserved | Dari Medan Kemana-mana